Unduh Aplikasi

Pakar Desak DPRA Dukung Proyek Multiyears: Sangat Bermanfaat bagi Masyarakat

Pakar Desak DPRA Dukung Proyek Multiyears: Sangat Bermanfaat bagi Masyarakat
Direktur Pusat analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (Pakar) Muhammad Khaidir. Foto: Ist

BANDA ACEH - Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat Aceh (Pakar) mendukung agar proyek pembangunan 12 ruas jalan tetap dikaksanakan.

Direktur Pakar Aceh, Muhammad Khaidir menilai pembangunan ruas jalan yang masuk dalam proyek multiyears tersebut akan membuka keterisoliran Aceh. Bahkan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat ketika jalan tersebut selesai dibangun.

"Saya yakin semua masyarakat pasti mendukung pembangunan jalan ini, karena memang langsung bermanfaat bagi masyarakat," kata M Khaidir kepada AJNN, Senin (20/7).

Menurutnya sangat aneh kalau kemudian DPRA menolak dan ingin menggagalkan program pembangunan jalan multiyear itu. Seharusnya DPRA memberikan dukungan penuh terhadap proyek itu karena memang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Selaku wakil rakyat harusnya DPRA bersikap mendukung proyek itu, jangan malah menolak, ini yang saya nilai aneh, dan saya duga sangat politis," ujarnya.

Baca: Dukung Proyek Multiyears, Dewan Aceh Timur: Pembangunan Jalan Peureulak - Lokop Wajib Dilakukan

Khaidir yang merupakan putra asli Aceh Timur itu menjelaskan kalau pembangunan jalan itu sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA), dimana melalui proses yang cukup panjang dan pembahasan yang sangat detil.

"Pemerintah memproyeksikan proyek tahun jamak ini akan dimulai tahun ini dan berakhir pada 2022, dan ini yang harus dikawal bersama," ujarnya.

Sebagai orang yang tinggal di daerah pedalaman, ia merasakan sendiri bagaimana pentingnya akses jalan bagi masyarakat, sehingga masyarakat bisa mudah membawa berbagai hasil perkebunan ke pusat perkotaan.

"Ini yang saya sebut sangat bermanfaat bagi kami yang tinggal dipedalaman, makanya kami sangat mendukung pembangunan jalan ini," jelasnya.

Untuk itu, ia mendesak mendesak DPRA untuk mendukung langkah percepatan program pembangunan multiyears, bukan menolak usulan atau menggagalkan program tersebut.

"Tugas DPRA mengawal dan mendukung program ini, benar-benar dikawal saat pembangunan, kalau memang ada dugaan permainan silahkan dilaporkan ke aparat hukum. Karena memang penolakan DPRA pun sangat tidak logis," ujarnya.

Di Aceh Timur sendiri, proyek yang didanai dari otsus APBA 2020 yaitu paket pembangunan jalan Peureulak-Lokop sampai batas Gayo Lues.

Komentar

Loading...