Unduh Aplikasi

Pagu APBK Aceh Jaya 2020 di KUA-PPAS Rp 1,2 Triliun

Pagu APBK Aceh Jaya 2020 di KUA-PPAS Rp 1,2 Triliun
Bupati Aceh Jaya, Irfan TB sedang menandatangani KUA PPAS 2020 yang didampingi Wakil Bupati serta Ketua DPRK Aceh Jaya. Foto: AJNN.Net/Suar.

ACEH JAYA - Pemerintah Aceh Aceh Jaya menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020 kepada DPRK setempat sebesar Rp 1,2 triliun.

“Pemkab Aceh Jaya melalui tim anggaran telah merampungkan rancangan KUA dan PPAS APBK 2020 dan telah disetujui serta telah ditetapkan dan penandatanganan bersama antara Pemkab Aceh Jaya dengan DPRK," kata Bupati Aceh Jaya, Irfan TB, Selasa (22/10).

Ia menjelaskan KUA-PPAS 2020 memuat arah dan kebijakan anggaran meliputi, kondisi ekonomi makro, asumsi penyusunan rancangan APBK Aceh Jaya tahun 2020, kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan, rumusan prioritas pembangunan dan prioritas program dan kegiatan yang disertai capaian kinerja, sasaran dan plafon anggaran untuk masing-masing program dan kegiatan.

Arah dan kebijakan anggaran tersebut, kata Irfan, disusun dengan berpedoman kepada rencana kerja pemerintah kabupaten (RKPK) Aceh Jaya tahun 2020 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati Aceh Jaya Nomor 25 tahun 2019.

“Daya saing, mutu dan akses pendidikan, kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan, tingkat kemiskinan dan pengangguran, tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, aksesibilitas dan konektivitas infrastruktur antar wilayah, penguatan dinul islam dan aksesibilitas dan kesejahteraan sosial,” ujar Irfan.

Ia mengungkapkan alokasi anggaran dalam rancangan KUA-PPAS APBK Aceh Jaya 2020, nantinya diarahkan untuk mewujudkan prioritas pembangunan tersebut, yang capaiannya akan diukur melalui beberapa indikator kinerja makro, sebagaimana telah ditetapkan dalam RKPK Aceh Jaya 2020.

“Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,34 persen, tingkat kemiskinan ditargetkan pada tahun 2020 menurun menjadi 13,21 persen, indeks pembangunan manusia ditargetkan mencapai sebesar 69,17 poin, angka harapan hidup ditargetkan naik menjadi 67,84 tahun, dan rata-rata lama sekolah bisa mencapai 8,13 tahun,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan jika rancangan KUA-PPAS yang disepakati sudah melewati pembahasan yang alot dan melelahkan, baik ditingkat Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) juga bersama dengan Badan Anggaran DPRK Aceh Jaya.

"Kami percaya bahwa pengalokasian anggaran dalam KUA-PPAS sudah efektif, efisien, dan tepat sasaran serta berkeadilan, sesuai dengan prioritas pembangunan,” ungkap Irfan.

Irfan menambahkan jika rencana APBK Aceh Jaya 2020 secara keseluruhan Rp 1.2 triliun, terdiri dari pendapatan daerah, direncanakan sebesar Rp 979 miliar. Pendapatan ini secara garis besar terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 83 miliar, dan dana perimbangan Rp 573 miliar.

“Sudah termasuk di dalamnya dana alokasi khusus (DAK) baik fisik maupun non fisik,” ungkapnya.

Sedangkan pendapatan daerah yang sah lainnya sebesar Rp 322 miliar, meliputi dana hibah bos untuk sekolah, dana desa, dana otonomi khusus serta Dana Insentif Daerah (DID) yang merupakan dana apresiasi yang diberikan oleh pemerintah atas beberapa prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Aceh Jaya pada tahun sebelumnya.

“Kesepakatan bersama KUA-PPAS ini sudah melampaui dari waktu yang ditentukan dalam peraturan, ini terjadi karena tahun ini dilakukan perubahan RPJMK Aceh Jaya tahun 2017-2022, sehingga berpengaruh terhadap penyusunan rancangan KUA-PPAS, terutama dalam rangka melakukan penyelarasan program-program pembangunan yang direncanakan pada tahun 2020,” jelas Irfan.

Komentar

Loading...