Unduh Aplikasi

OTG Positif Corona Diisolasi di RSUD Munyang Kute, Covid-19 Aceh 18 Kasus

OTG Positif Corona Diisolasi di RSUD Munyang Kute, Covid-19 Aceh 18 Kasus
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Orang Tanpa Gejala (OTG) yang konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) inisial AR (13), warga Kabupaten Bener Meriah, menjalani diisolasi khusus di RSUD Munyang Kute untuk penanganan lebih lanjut, sejak Jumat (15/5) Sementara jumlah kumulatif Covid-19 Aceh sudah 18 kasus.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Sabtu (16/05/2020). Pria yang akrab disapa SAG itu mengatakan, begitu diketahui AR konfirmasi positif Covid-19, Tim Gugus Tugas Pemkab Bener Meriah langsung menggelar rapat untuk menanganinya lebih lanjut.

“AR diketahui positif Covid-19 setelah mendapat hasil uji swabnya, kemarin,” kata Jubir Covid SAG

Kemudian Tim Covid menjemput AR dan dibawa ke RSUD Munyang Kute untuk kelancaran pengawasan dan penanganan medisnya.

“AR diisolasi di RSUD Munyang Kute sejak Jumat (15/5), malam, sekira pukul 23.30 WIB, untuk pengawasan dan penanganan kesehatannya,” jelas SAG sesuai keterangan Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Bener Meriah melalui Kasi P2P, Rina Desi Kartika, S.Kep.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AR merupakan salah seorang santriwan dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, dan pulang ke Kabupaten Bener Meraiah pada 16 April 2020. Setiba di Bener Meriah, AR tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus corona. Tidak ada gejala demam tinggi dan hasil rapid test-nya juga nonreaktif.

Baca: Hasil Swab, Satu Lagi Warga Bener Meriah Positif Covid-19

“OTG memang tampak sehat walafiat dan tidak menunjukkan gejala yang patut dicurigai, karena itu AR cukup menjalani isolasi mandiri di rumahnya,” jelas SAG.

Meski hasil rapid test nonreaktif dan AR tidak menunjukkan gejala demam, namun Tim Covid Benar Meriah melanjutkan dengan swab cairan tenggorokan dan cairan hidungnya untuk dianalisa dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), di Laboratorium Litbangkes Aceh, Lambaro, Aceh Besar, karena ia dari klaster Temboro dan memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 positif lainnya.

“Meski AR terkonfirmasi positif Covid-19, namun ia dan keluarga tidak perlu panik. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Aceh sangat tinggi dan kita doakan AR pun segera terbebaskan dari virus corona itu,” ujar SAG.

Jumlah Kasus

Selanjutnya SAG menjelaskan jumlah kumulatif kasus Covid-19 Aceh menjadi sebanyak 18 orang, per tanggal 16 Mei 2020, pukul 15.00 WIB. Rinciannya, sebanyak 2 orang dalam perawatan, 15 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia. Kasus meninggal ini terjadi pada Maret 2020. Kasus lama, katanya.

Sementara itu, jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Aceh sebanyak 1.985 orang. Ada penambahan sebanyak 10 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Yang sedang dalam pemantauan sebanyak 76 orang dan yang sudah selesai pemantauan sebanyak 1.909 orang.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada penambahan hari ini, tetap 99 orang. Rinciannya, dalam perawatan rumah sakit sebanyak 1 orang, yang sembuh 97 orang dan meninggal 1 orang, pungkas SAG.

Komentar

Loading...