Unduh Aplikasi

Ormas/LSM Diharapkan Berpartisipasi Aktif dalam Mengawasi Proses Pilkada

Ormas/LSM Diharapkan Berpartisipasi Aktif dalam Mengawasi Proses Pilkada
BANDA ACEH - Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi menuju Pilkada Damai” bersama kelompok strategis, Jumat (12/8). Kegiatan yang berlangsung di aula Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh tersebut dihadiri oleh sejumlah pengurus lintas organisasi di lingkungan Kota Banda Aceh.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Aceh Drs. H. Saidan Nafi, S.H., M. Hum saat membuka acara tersebut menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh dalam mendorong terciptanya pilkada damai. Drs. H. Saidan Nafi, S.H., M. Hum berharap Melalui peran Ormas/LSM di tengah masyarakat dapat memberikan kontribusi dan informasi positif kepada masyarakat tentang pilkada damai.

“Ormas/LSM sebagai salah satu komponen yang berada di tengah masyarakat dapat memberikan informasi positif tentang pilkada damai yang kita ingini bersama ini,” ujar Drs. H. Saidan Nafi, S.H., M. Hum.

Sementara itu, Dr. Amri, SE., Msi yang didaulat sebagai narasumber pada kegiatan tersebut mengatakan, ada tiga hal yang berpotensi timbulnya tindak pelanggaran dalam pilkada, yakni penetapan daftar pemilih, kampanye, dan pungut hitung suara. Menurutnya, pemerintah harus melakukan tindakan cegah dini dalam melihat tindak pelanggaran pilkada, sehingga tidak melebar ke persoalan yang lebih luas.

“Suksesnya deteksi dini ini akan mencegah terjadinya tindakan pelanggaran pilkada sehingga tidak meluas menjadi persoalan hukum,” ulas Dr. Amri, SE., Msi panjang lebar.

Salah seorang peserta Maulana Riski, berharap ormas/LSM dapat lebih mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan terhadap proses pilkada yang sedang berlangsung. KIP sebagai instrumen penyelenggara diharapkan mampu bekerjasama dengan semua pihak untuk menyukseskan pilkada damai ini.

“Harapan saya Komisi Independen Pemilihan (KIP) dapat bekerjasama dengan semua pihak dalam meyukseskan pilkada damai ini,”harap Maulana Riski.

Pada akhir acara, seluruh peserta memberikan rekomendasi kepada para pengambil kebijakan diantaranya penyelenggara Pilkada (KIP Aceh) harus menjunjung tinggi integritas dan netralitas dalam Pilkada. Diharapkan lebih gencar lagi dalam menyosialisasikan strategi pengawasan partisipatif

Dan pada saat pemilihan harus menghadirkan Pilkada yang berkualitas, bukan hanya secara prosedur tapi juga substansi.

Komentar

Loading...