Unduh Aplikasi

Ombudsman akan Buka Gerai Pengaduan di Langsa

Ombudsman akan Buka Gerai Pengaduan di Langsa
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, DR. Taqwaddin Husin. Foto: IST.

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh akan melaksanakan kegiatan akses pelayanan publik ke daerah-daerah. Untuk pertama kalinya di awal tahun ini, tim Ombudsman Aceh akan turun ke Kota Langsa untuk menerima langsung keluhan dan pengaduan pelayanan publik atau Maladministrasi yang dialami oleh warga.

"Iya kami akan menurunkan tim untuk menerima langsung keluhan dan pengaduan ataupun konsultasi dari warga masyarakat di lapangan, untuk pertama kalinya tim akan turun ke Kota Langsa" kata Dr Taqwaddin, Kepala Ombudsman Aceh pada Minggu (21/3/2021) di Banda Aceh.

Menurut Taqwaddin, berdasarkan data pada Simpel Ombudsman, saat ini Kota Langsa hanya memiliki 5 pengaduan. Hal ini bisa jadi karena pelayanan aparatur kepada publik sudah baik, atau karena jauhnya akses untuk pengaduan, atau bisa jadi juga warga masyarakat masih kurang paham fungsi dan peran Ombudsman.

"Oleh karena itu, penting kami utuskan tim penerima laporan langsung kesana," sebut Taqwaddin yang didampingi Kepala Keasistenan Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan, Ilyas Isti.

Selanjutnya Taqwaddin menambahkan, masyarakat dapat melaporkan atau berkonsultasi dengan petugas nantinya terkait pelayanan publik. Tidak hanya terhadap pelayanan oleh instansi daerah, bisa juga oleh instansi vertikal maupun BUMN.

Dengan adanya program ini, Taqwaddin berharap agar partisipasi masyarakat untuk melapor akan semakin tinggi. Karena tim penerima laporan sudah turun langsung ke lapangan.

"Kami berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif untuk membuat laporan maupun berkonsultasi dengan petugas kami, penting kami sampaikan bahwa semua penanganan laporan ataupun konsultasi di Ombudsman itu gratis," ujar Taqwaddin.

Selanjutnya, berdasarkan laporan atau pengaduan warga masyarakat, pihak Ombudsman akan meminta klarifikasi ataupun kordinasi dengan Instansi Terlapor (yang dilaporkan) guna menemukan solusi bersama untuk menyelesaikan dugaan maladministrasi yang dirasakan warga. 

"Hal ini penting kami lakukan bersama pihak Pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Langsa," ujar Taqwaddin, yang juga dosen FH Universitas Syiah Kuala (USK).

Pada kesempatan yang sama, Ilyas Isti menuturkan bahwa program ini merupakan kesepakatan antara Ombudsman RI dengan Bappenas. 

Untuk tahun anggaran 2021 Aceh mendapatkan kuota dua Kabupaten/Kota yaitu Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Jaya, mungkin untuk tahun selanjutnya akan bertambah.

"Tim kita akan menerima laporan langsung dari masyarakat pada Selasa (23/3) nanti, untuk pagi harinya kita menerima pengaduan di RSUD Kota Langsa dan siangnya kita berposko di Disdukcapil Kota Langsa," pungkas Ilyas.

Komentar

Loading...