Unduh Aplikasi

Ombudsman: Ada Makam Bersejarah di Lokasi IPAL Banda Aceh

Ombudsman: Ada Makam Bersejarah di Lokasi IPAL Banda Aceh
Tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh saat melakukan investigasi lapangan di lokasi IPAL Gampong Pande, Banda Aceh. Foto: IST.

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh membeberkan hasil temuannya saat melakukan investigasi di lokasi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) pada Jumat (26/3/2021) di dalam bekas Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gampong Pande, Banda Aceh.

Dalam investigasi yang juga melibatkan Nab Bhany yang merupakan pemerhati sejarah dari komunitas masyarakat peduli sejarah (MAPESA) Aceh ditemukan sebanyak enam pusara makam kuno di lokasi pembangunan IPAL.

"Berdasarkan amatan kami, benar bahwa di lokasi pembangunan IPAL tersebut terdapat makam kuno sejumlah 6 pusara kuburan" ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin .

Menurut informasi yang diperoleh Ombudsman dari petugas pengamanan lokasi, bahwa enam kuburan tersebut ditemukan saat dilakukan pengerukan beberapa tahun lalu. 

Pihak Ombudsman sendiri nantinya akan duduk bersama dengan para pihak terkait hasil temuannya. 

Berdasarkan penjelasan Kepala Ombudsman RI Aceh, saat ini dilapangan sudah ada empat kolam penampungan limbah yang hampir rampung dikerjakan. Kemudian makam kuno tersebut didapatkan pada penggalian kolam ke lima. 

Selain itu, tambah Taqwaddin, ada beberapa bangunan lain yang sudah siap dan pagar lokasi IPAL yang sudah selesai dikerjakan.

Menurut Taqwaddin, menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan tersebut, pihaknya akan memeriksa grand desain (DED) IPAL dari pihak PUPR dan meminta keterangan dari Pemko Banda Aceh, serta keterangan dari para ahli. Ombudsman menurut Taqwaddin juga akan melakukan rapat koordinasi, kemudian akan membuat kesimpulan dan saran koreksi.

"Kita akan mencari sulusi bersama nantinya. Karena dari satu sisi IPAL ini merupakan kebutuhan masyarakat, namun disisi lain lokasinya berada di tempat pemakaman kuno yang penuh sejarah" ujar Taqwaddin.

Sementara itu tokoh budaya dan sejarah Aceh yang mendampingi tim Ombudsman, Nab Bhany menyebutkan bahwa makam tersebut diperkirakan sekitar abad ke XIV.

"Dari bentuk nisannya, saya perkirakan ini merupakan peninggalan abad ke XIV. Namun belum dapat kita pastikan apakah makam ini milik para bangsawan atau yang lainnya" kata Nab Bhany.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...