Unduh Aplikasi

Ombudsman Aceh Terima 437 Aduan Pelayanan

BANDA ACEH – Ombudsman RI Perwakilan Aceh sampai dengan kurun waktu Oktober 2015 telah menerima setidaknya 437 pengaduan. Hal itu disampaikan Taqwaddin Husin saat ditemui AJNN, di kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

“Sampai dengan minggu kemarin kita sudah menerima 437 kasus pengaduan,” sebutnya kepada AJNN, Rabu (28/10) di Banda Aceh.

Kepala Ombudsman Aceh itu juga menjelaskan, aduan yang diterima itu, untuk satu kasus pengaduan bisa mewakili ribuan orang.

“Satu pengaduan itu bisa jadi mewakili ribuan orang, misalnya saja soal sertifikasi guru, itu bisa jadi satu orang yang mengadukan tapi mewakili 2.500 orang lain sebagai penerima manfaat,” jelas Taqwaddin.

Ditanya mengenai urutan instansi yang paling banyak diadukan ke Ombudsman, Taqwaddin mengatakan bahwa pemerintah kabupaten/kota adalah yang paling banyak dilaporkan disusul Pemerintah Aceh.

“Pengaduan terbanyak adalah Pemda, Pemerintah Aceh, Instansi Vertikal seperti kepolisian dan kementrian serta terakhir BUMN,” katanya.

Sedangkan untuk substansi pengaduan yang paling banyak adalah kepegawaian dan bidang pendidikan, terutama pada masalah proses penerimaan murid baru.

Ia juga menambahkan, instansi yang banyak diadukan belum tentu pelayanannya tidak bagus dan sebaliknya, jika tidak ada pengaduan instansi itu juga belum tentu baik.

“Semakin banyak laporan, itu belum tentu pelayanannya semakin tidak bagus. Bisa jadi banyak dilaporkan karena masyarakatnya lebih melek dan sadar, mereka tahu haknya,” tambahnya.

Selain itu, Ia juga menambahkan, ditingkat pemerintah kabupaten/kota, kota Banda Aceh adalah yang terbaik dalam pelayanan publik.

Terakhir, ia menyampaikan, pihaknya masih minim sekali melakukan sosialisasi. Karena kekurang anggaran untuk sosialiasi.

“Banyak orang tahu kesini karena pemberitaan media, padahal kita sudah membantu ribuan orang,” tutupnya.

|MITRO HERIANSYAH

Komentar

Loading...