Unduh Aplikasi

Oktober 2015, Pemekaran Provinsi ABAS-ALA Final

Oktober 2015, Pemekaran Provinsi ABAS-ALA Final
Rapat Koordinasi KP3 ABAS dan ALA di Aceh Barat Daya, Foto : Julida Fisma
ACEH BARAT DAYA - Pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS) dan Aceh Lauser Antara (ALA) diperkirakan pada 30 Oktober 2015 final masuk dalam Grand Desain pemekeran daerah yang disiapkan Kementerian Dalam Negeri.

“Pada 26 Oktober, kita sudah berada di Jakarta untuk mempersiapkan sejumlah berkas kelangkapan pemekaran Provinsi ABAS ALA, setelah itu kita menunggu hasilnya pada 30 Oktober 2015 mendatang dalam sidang DPR RI,” ungkap Tjut Agam dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pemekaran ALAA BAS yang berlangsung di Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (13/10).

Untuk mempertegas keinginan tersebut sebut Tjut Agam, diharapkan kepada seluruh masyarakat ABAS untuk hadir ke Jakarta sebagai bentuk dukungan bahwa Pemekaran Provinsi bukanlah hanya keinginan kelompok semata.

"Supaya pusat tau, bahwa keinginan pemekaran bukan kepentingan kelompok, melainkan keinginan masyarakat Aceh Barat Selatan," tuturnya.

Sementara itu, Anggota Tim 7 Percepatan Pemekaran Provinsi ALA ABAS, Adnan NS, menyampaikan, pada tanggal 10 Oktober 2015, sudah diputuskan bahwa, ABAS dan ALA sudah bersatu menjadi Provinsi ALA ABAS.

“Pertemuan kita hari ini, untuk menyampaikan hasil tindak lanjut pertemuan di Medan baru-baru ini, bahwa, Provinsi ALA ABAS sudah bersatu, menjadi 12 Kabupaten, yang penting lahir dulu,” ujarnya.

Dilain hal, Ketua KP3 ABAS Aceh Selatan, T Sukandi, menegaskan secara kenyataan (de facto) Provinsi ALA ABAS sudah lahir dan sudah mekar dari Provinsi Aceh, namun secara de jure (hukum) masih dalam proses.

"Jangan takut dan ragu, karena ini sebuah perjuangan. Sebab, jika keadilan itu ada dari Pemerintah Aceh, pemekaran itu haram, tapi jika keadilan itu tidak ada, maka pemekaran itu menjadi kewajiban," tegasnya.

Buktinya, sebut Sukandi, Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diterima Provinsi Aceh dari Tahun 2008 sampai dengan 2014 sebesar Rp 42 triliun lebih.

Dari jumlah tersebut jelas Sukandi, 12 kabupaten kota di wilayah ALA ABAS hanya dikucurkan sekitar 14 persen saja.

“Dana yang begitu besar tetapi yang bisa kita nikmati hanya 14 persen, kalau begitu jelas kita di anak tirikan, maka dari itu kita perlu keadilan,” ungkapnya

Turut hadir dalam acara itu, selain Ketua KP3 ABAS Pusat H Tjut Agam, Adnan NS dan T Sukandi, juga dihadiri Ketua KP3 ABAS Aceh Jaya Mutia Anzib, dan beberapa pengurus KP3 ABAS Abdya Said Marwan Saleh, Fadhli Ali, Said Nazran, T Burhanuddin Sampe dan sejumlah pengurus lainnya.

Komentar

Loading...