Unduh Aplikasi

KASUS PENCABULAN 15 SANTRI

Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Pesantren AN Dituntut Hukuman Berbeda

Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Pesantren AN Dituntut Hukuman Berbeda
Petugas membawa Oknum Pimpinan Dayah ke ruang sidang. Foto:AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Sidang perkara pelecehan seksual terhadap 15 orang santri di Lhokswumawe yang melibatkan oknum pimpinan dayah Ali Imran (45) dan guru ngaji Miyardi (26) memasuki tahap tuntutan, Kamis (26/12).

Kedua terdakwa tersebut dituntut dengan hukuman yang berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fakhrillah di Kantor Pengadilan Mahkamah Syariah Lhokseumawe.

Amatan AJNN, sidang tuntutan tersebut dilaksanakan secara tertutup bagi awak media. Dalam ruang sidang hanya boleh disaksikan oleh JPU, Kuasa Hukum, Majelis Hakim, Keluarga terdakwa dan LSM saja.

Baca: Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji di Lhokseumawe Terancam Hukuman Cambuk

“Terdakwa Ali Imran dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan beberapa perbuatan jarimah pemerkosaan terhadap anak, sebagaimana dakwaan primair melanggar pasal 50 qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana,” kata JPU, Fakhrillah kepada AJNN usai persidangan berlangsung.

Dikatakan Fakhrillah, pihaknya menuntut dan menjatuhkan uqubat ta’zir terhadap terdakwa Ali Imran berupa penjara 200 bulan dikurangi masa tahanan

“Terhadap terdakwa juga dijatuhkan uqubat ta’zir tambahan yaitu pencabutan izin dan pencabutan hak untuk mengajar pada Lembaga Pendidikan Dayah selama 224 bulan,” ujarnya.

Selain itu, sambung Fakhrillah, memerintahkan terdakwa Ali Imran untuk membayar uqubat restitusi kepada masing-masing korban. Kepada korban R sebanyak 93.75 gram emas murni, ML, TM, dan MR sebanyak 187.5 gram emas murni.

Sementara untuk terdakwa Miyardi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melaksanakan Jarimah melanggar pasal 50 qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Dan menuntut dijatuhkan uqubat ta’zir terhadap terdakwa Miyardi berupa penjara 170 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap dalam tahanan.

“Memerintahkan terdakwa Miyardi untuk membayar uqubat restitusi kepada R sebanyak 93.75 gram emas murni,” tuturnya.

 

Komentar

Loading...