Unduh Aplikasi

Oknum Petugas Lapas Blangpidie Masuk DPO, Diduga Gelapkan Mobil Rental

Oknum Petugas Lapas Blangpidie Masuk DPO, Diduga Gelapkan Mobil Rental
Surat keterangan DPO Petugas Lapas Blangpidie, Foto: Ist 

ACEH BARAT DAYA - Seorang pria berinisial AN (32), berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III Blangpidie, ditetapkan Polres Aceh Barat Daya (Abdya) kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

AN merupakan warga Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie. Penetapan DPO terhadap pelaku, terkait kasus dugaan penggelapan satu unit mobil jenis Toyota Innova, dengan nomor polisi BL 745 JS.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH, mengatakan, ANtelah ditetapkan sebagai DPO, sejak 6 Agustus 2019 lalu. Kasus penggelapan yang menjeratnya, diketahui telah terjadi sejak 4 bulan yang lalu, tepatnya Rabu tanggal 24 April 2019.

Menurut Zulfitriadi, AN dilaporkan oleh korban atas nama Yurdani Yunus, warga Desa Durian Rampak, Kecamatan Susoh, dengan nomor LP-B/23/IV/RES.1.11/2019/SPKT tanggal 24 April 2019. 

Berdasarkan keterangan korban, mobil tersebut disewa (rental) oleh pelaku dengan perjanjian selama 5 hari sejak Kamis (18/4). Namun, mobil tersebut tidak kunjung dikembalikan oleh pelaku sesuai dengan rentang waktu yang telah dijanjikan sebelumnya. 

“Korban mengaku nomor seluler pelaku tidak bisa dihubungi, sejak masa sewa berakhir. Setelah enam hari mobilnya tak kunjung dikembalikan, korban lalu melapor ke SPKT Polres Abdya,“ ungkap Zulfitriadi kepada AJNN, Jumat (9/8) malam.

Berdasarkan laporan korban, Sat Reskrim Polres Abdya mulai melacak keberadaan mobil jenis Toyota Innova tersebut. Menurut informasi yang diperoleh pihaknya, diduga mobil itu masih berada di wilayah Sumatera Utara. 

“Ini masih dugaan sementara. Karena berdasarkan keterangan korban, saat itu pelaku mengatakan akan pergi ke Sumatera Utara,” kata Zulfitriadi.

Lebih lanjut, kata Zulfitriadi, sebelumnya pelaku memang pernah satu kali mencarter mobil milik korban. Namun mobil kembali ke tangannya setelah beberapa hari disewa sesuai dengan perjanjian. Kali ini justru berbeda dari sebelumnya, ternyata mobil tidak kembali lagi dan pelaku juga tidak bisa dihubungi lagi. 

Polisi menetapkan pelaku sebagai DPO setelah tiga kali Sat Reskrim melayangkan surat pemanggilan, namun pelaku tidak pernah mengindahkan. Pihaknya sudah meminta keterangan dari beberapa saksi, yang menyatakan bahwa pelaku memang benar telah membawa kabur mobil tersebut. 

Berdasarkan surat nomor DPO/03/VIII/2019/Reskrim menyatakan bahwa, Andriansyah bekerja sebagai PNS dengan alamat Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie. Pelaku diketahui dengan ciri-ciri khusus, badan tegap, rambut lurus hitam pendek, tinggi lebih kurang 170 cm, berat kurang lebih 75 Kg, kulit sawo matang dan muka oval.
 
“Pelaku diancam dengan pasal 372 KUHPidana, tentang tindak pidana penggelapan, dengan ancaman kurungan paling lama empat tahun,” tutupnya.

Komentar

Loading...