Unduh Aplikasi

Oknum Pengurus Baitul Mal Desa Aron Tunong Diduga Kutip Uang dari Penerima Zakat

Oknum Pengurus Baitul Mal Desa Aron Tunong Diduga Kutip Uang dari Penerima Zakat
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Pengurus Baitul Mal Desa Aron Tunong, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, diduga melakukan pungutan liar terhadap penerima bantuan zakat yang diperuntukkan kepada fakir miskin yang berada di desa tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AJNN, pemotongan yang dilakukan oleh pengurus Baitul Mal desa itu bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga  Rp 50 ribu.

Salah seorang warga Desa Aron Tunong, Sofyan Sauri mengatakan bantuan yang dipungut oleh pengurus Baitul Mal desa itu merupakan bantuan Baitul Mal yang disalurkan pemerintah kabupaten.

“Telah terjadi kutipan liar terhadap masyarakat penerima bantuan Baitul Mal Aceh Barat, diduga dilakukan oleh oknum pengurus Baitul Mal Desa Aron Tunong, jumlahnya variasi sesuai kartu mulai dari Rp 25 ribu, Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu,” kata Sofyan, Rabu (22/4).

Menurut pengakuan sejumlah warga kepadanya, kata Sofyan, fakir miskin penerima bantuan zakat yang mendapat kutipan dari pengurus desa setelah warga mengambil uang tersebut ke kecamatan.

Dikatakannya, modus yang dilakukan pengurus Baitul Mal desa setempat mendatangi rumah warga pada sore hari, setelah warga menerima bantuan, dan meminta agar warga memberikan uang dengan jumlah variatif sesuai dengan jumlah yang diterima.

“Mereka mengambilnya dengan datang ke rumah warga pada sore hari, setelah warga mengambil uang itu di kantor kecamatan. Saat meminta kepada penerima mereka tidak bilang uang itu untuk apa yang jelas diminta,” kata dia.

Ia juga mengaku telah melaporkan tindakan oknum Baitul Mal itu kepada Bupati Aceh Barat, Ramli MS, dan berharap segera diambil tindakan tegas atas ulah para oknum yang dianggap telah merugikan masyarakat.

"Uang yang dipungli itu merupakan dana zakat yang disalurkan guna mengurangi beban masyarakat miskin jelang Ramadan, " ujarnya.

Sementara itu, Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat, Teungku Bakhtiar, mengaku tidak mengatahui ulah oknum pengurus Baitul Mal Desa Aron Tunong itu.

Menurut Teungku Baktiar, pemotongan uang bantuan yang dilakukan oleh oknum Baitul Mal desa tersebut menyalahi aturan dan telah melawan hukum.

“Saya baru dapat informasijika ada yang melakukan pemotongan uang itu. Uang itu tidak boleh dipotong dan itu murni untuk masyarakat,” kata Teungku Bakhtiar.

Ia mengaku akan menelusuri informasi tersebut, dan akan mengambil langkah selanjutnya. Pasalnya, para pengurus tersebut telah diberikan jerih payahnya sebesar Rp 250 ribu per orang dengan tugas melakukan pengumpulan data sebelum dana tersebut disalurkan oleh panitia kabupaten di tiap Kecamatan.

“Mereka itu sudah kami berikan haknya Rp 250 ribu per orang, jumlah pengurus ada tiga orang setiap desa,” ucapnya.

Selain itu, Bakhtiar juga mengungkapkan untuk penerima bantuan tersebut bervariasi sesuai dengan kategori penerima, dimana untuk golongan senif pakir yakni janda miskin, dan lanjut usia yang tidak mampu lagi bekerja memperoleh bantuan Rp 800 ribu per kepala keluarga, sedangkan untuk senif miskin Rp 500 ribu rupiah per kepala keluarga.

"Jumlah penerima bantuan untuk seluruh Kabupaten Aceh Barat mencapi 16,851 kepala keluarga dengan anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 8,2 miliar lebih, " ungkapnya.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...