Unduh Aplikasi

Oknum Keuchik di Aceh Jaya Palsukan Tanda Tangan Sekretarisnya untuk Pencairan Dana Desa

Oknum Keuchik di Aceh Jaya Palsukan Tanda Tangan Sekretarisnya untuk Pencairan Dana Desa
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH JAYA - Keuchik Gampong Panton Krueng, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya diduga memalsukan tanda tangan sekretarisnya untuk pencairan dana desa tahu 2020.

Sekretaris Desa (Sekdes) Panton Krueng, Yanti mengatakan, dirinya sangat keberatan atas pemalsuan tandatangannya yang dilakukan Keuchik setempat untuk penarikan gaji aparatur desa dan uang Covid-19 Dana Desa tahun 2020.

"Ya jelas, saya merasa sangat dirugikan, ini yang ketahuan, mana tau dia (keuchik) juga sudah pernah memalsukan tandatangan saya untuk keperluan yang lebih sensitif lagi," kata Yanti kepada AJNN, Minggu (5/7).

Menurutnya, selama tahun 2020, dirinya tidak pernah dihubungi untuk menandatangani berkas penarikan dana desa. Oleh sebab itu, dirinya meyakini jika tindakan Keuchik memalsukan tandatangan dirinya bukan yang pertama kali.

"Kalau memang tidak sempat jumpa, apa salahnya hubungi saya dulu, jangan asal main tandatangan aja, ini yang saya tidak terima," tegas Yanti.

Dirinya juga mengaku sudah pernah membuat laporan ke pihak Reskrim Polres Aceh Jaya terkait tindakan pemalsuan tanda tangan, namun pihak Reskrim sudah menghentikan penyelidikan dengan alasan kasus ini tidak cukup bukti, walaupun dirinya sudah menyerahkan bukti pemalsuan tandatangan itu.

"Tanggal 1 Juli kemarin saya terima surat penghentian penyelidikan dari pihak Reskrim Polres Aceh Jaya dengan alasan tidak cukup bukti," terang Yanti.

Sementara itu, Keuchik Panton Krueng, Sayuti yang dihubungi AJNN membenarkan jika dirinya sudah memalsukan tandatangan sekdes untuk keperluan pencairan dana desa tahun 2020 pada tanggal 27 April 2020 lalu.

Namun Sayuti beralasan, tindakan itu dilakukan karena sudah sangat mendesak dan atas dasar kesepakatan bersama pihak aparat desa.

"Benar saya sudah memalsukan tandatangan Yanti, namun itu saya lakukan karena saudari Yanti sangat susah dihubungi, sementara keperluan sudah sangat mendesak, akhirnya saya langsung memalsukan tandatangan Yanti setelah adanya persetujuan para aparat desa," pungkas Sayuti.

Secara terpisah, Reskrim Polres Aceh Jaya Iptu Bima Nugraha Putra yang dijumpai AJNN membenarkan jika pihaknya sudah menghentikan penyidikan terkait kasus pemalsuan tandatangan yang dilaporkan oleh Sekdes Panton Krueng pada tanggal 13 Mei 2020 lalu.

"Sementara sudah kita hentikan penyelidikannya, karena si pelapor ketika kita tanyakan apa yang dirugikan jawabnya tidak ada," jelas Bima.

Lanjut Iptu Bima, ketika pihaknya memintai keterangan untuk pengembangan, Sekdes Panton Krueng itu menyebutkan tidak ada kerugian atas tindakan kepala desanya, dirinya hanya keberatan atas pemalsuan tandatangannya.

"Kita tanya kerugian tidak ada, terus kita tanya tuntutannya apa saudari yanti tidak menjawabnya, makanya untuk sementara kita hentikan penyelidikan karena kita tidak bisa proses hanya karena alasan keberatan tanpa ada kerugian," pungkas Kasat Bima.

Komentar

Loading...