Unduh Aplikasi

Oknum Dewan Aceh Utara Diduga Pukul Relawan Banta Seudang

Oknum Dewan Aceh Utara Diduga Pukul Relawan Banta Seudang
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara Saifannur dan seorang temannya Mukhsin diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap Syahrullah (22), salah seorang relawan Banta Seudang yaitu ormas yang berafiliasi dengan Partai Aceh. Kejadian tersebut terjadi di kawasan Krueng Gekueh, Kecamatan Dewantara, Rabu (2/11) malam.

Dari keterangan kerabat korban kepada AJNN, Syahrullah mengaku dipukul oleh Mukhsin bersama Saifannur, ketika sedang membeli martabak di salah satu warung kopi.

"Kejadiannya sekitar pukul 20.20 WIB. Saat itu Syahrullah sedang membeli martabak di sebuah warung kopi. Kondisi saat itu hujan makin lebat. Korban kemudian duduk sambil menunggu hujan agak reda. Saat itulah datang Mukhsin yang tanpa basa basi langsung menengadahkan kepala korban dan lalu pelaku mengambil ancang-ancang dan seketika menunjang korban hingga terjungkal," kata Rahmad, kerabat korban saat dikonfirmasi AJNN.

Rahmad menambahkan, setelah itu korban bangun lalu dari arah belakang datang oknum dewan tersebut dan langsung memukul di bagian belakang kepala korban.

"Dari pengakuan korban, ia juga dipukul dari arah belakang oleh oknum dewan tersebut. Kemudian datang warga melerai dan menyuruh korban pulang," jelasnya.

Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian belakang kepala dan rasa sakit di bagian perut. Korban yang tidak terima dianiaya tersebut lalu menceritakan pemukulan yang dialaminya kepada teman-teman relawan lainnya, hingga diambil inisiatif melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Setelah kejadian tersebut, kami langsung buat pelaporan ke Polsek Dewantara. Korban juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Setau saya kasus tersebut sekarang sudah ditangani oleh pihak Polres Lhokseumawe," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir membenarkan pemukulan tersebut. Pihaknya juga akan segera menindaklanjuti pelaporan kasus penganiayaan yang dialami Syahrullah.

"Kami sudah terima berkas laporan saudara Syahrullah yang diduga mengalami penganiayaan. Sebelumnya korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Dewantara dan kemudian dilimpahkan ke Polres Lhokseumawe untuk di tangani lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim AKP Yasir.

Menurut Kasat, korban yang tercatat sebagai warga Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya pada Rabu malam di sebuah warung kopi di kecamatan setempat.

"Dalam laporannya, dirinya mengaku dianiaya oleh terlapor Mukhsin dan Saifannur yang juga warga setempat saat sedang duduk di sebuah warung sekitar Pukul 20.20 WIB. Korban mengaku dipukul hingga mengalami luka memar di bagian wajah dan belakang leher,” ungkap Kasat.

Dari penyelidikan awal, kejadian diduga bermula saat terjadinya adu argumen melalui media sosial terkait dinamika Pilkada di Aceh Utara. Karena salah satu pihak tidak senang, maka saat mereka bertemu secara tak sengaja malam itu, langsung terjadi aksi pemukulan tersebut.

“Laporannya langsung kami proses. Pelaku atas nama Mukhsin akan kami lakukan pemeriksaan, sedangkan Saifannur harus terlebih dahulu mendapatkan izin Gubernur Aceh sebab yang bersangkutan merupakan anggota dewan dan ini telah diamanahkan dalam UUPA," kata Yasir.

Komentar

Loading...