Unduh Aplikasi

OKI Harus Ambil Peran Hentikan Krisis Kemanusiaan Rohingnya di Myanmar

OKI Harus Ambil Peran Hentikan Krisis Kemanusiaan Rohingnya di Myanmar
Foto/Reuters

BANDA ACEH - Tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhin - Myanmar seyogyanya menjadi momentum penting bagi dunia Internasional terutama negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil peran yang signifikan dan efektif guna dapat segera menghentikan upaya pemusnahan etnis Rohingya di Myanmar tersebut.

Melihat semakin sadis dan masifnya upaya pemusnahan etnis Rohingya oleh para Biksu yang mendapat dukungan penuh dari Junta Militer di Myanmar, seharusnya membuat rasa kemanusiaan masyarakat Internasional termasuk PBB terhentak dan segera mengambil langkah efektif guna dapat mengakhiri kebiadaman yang terjadi.

”Untuk membela Etnis Muslim Rohingya di Rakhin - Myanmar tidak diperlukan menjadi seorang Muslim, melainkan cukup menjadi seorang manusia sejati yang memiliki empati, rasa dan kasih sayang," kata Dosen Hukum Tata Negara Fak. Hukum Universitas Syiah Kuala Kurniawan, Senin (4/9).

Menurutnya banyak negara-negara yang mayoritas penduduk muslim di dunia, menaruh harapan besar kepada Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dapat memainkan peranan penting dalam menekan Pemerintah Myanmar untuk mengakhiri upaya pemusnahan ethnis Rohingnya, serta berbagai konflik antara pemerintahan suatu negara di kawasan ASEAN dengan kelompok muslim.

Untuk itu, kata Kurniawan, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memainkan peranan signifikan dalam upaya mengakhiri kebiadaban atas tragedi kemanusiaan yang dialami oleh para Muslim Rohingya di Rakhin - Myanmar dalam Wadah Forum ASEAN termasuk juga dalam wadah negara-negara yang tergabung dalam OKI, sebagai bagian dari wujud manifestasi salah satu cita-cita serta janji kemerdekaan Indonesia oleh para Founding Fathers (para pendiri negara) Indonesia.

"Seluruh organisasi keislaman yang ada di nusantara termasuk di Aceh dapat mengeluarkan pernyataan sikap serta protes keras kepada Pemerintahan Myanmar di bawah Pemerintahan Aung San Suu Kyi," ujarnya.

Komentar

Loading...