Unduh Aplikasi

Nyabu, Oknum Polisi Ditangkap di Langsa

Nyabu, Oknum Polisi Ditangkap di Langsa
Oknum polisi (paling kanan) bersama dua tersangka lainnya saat diamankan di Polres Langsa. Foto: For AJNN.

LANGSA - Satuan Satresnarkoba Polres Langsa mengamankan tiga orang tindak pidana penyalahgunaan narkotika, satu diantaranya merupakan oknum polisi yang bertugas di Polres Aceh Timur.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Narkoba Iptu Wijaya Yudi Stira Putra kepada AJNN, Selasa (12/5) mengatakan, ketiga tersangka tersebut diamankan pihaknya setelah ditangkap oleh personil Unit Reskrim Polsek Langsa Barat.

Iptu Yudi menjelaskan, tiga tersangka tersebut ditangkap Unit Reskrim Polsek Langsa Barat pada Minggu (10/5). Waktu itu personil Unit Reskrim Polsek Langsa Barat sedang melakukan pengembangan kasus pencurian sepeda motor.

Para tersangka itu ditangkap di sebuah rumah di Gampong Baro, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa dengan cara digerebek.

"Hasil penggerebekan ditemukan tiga tersangka tersebut, dan juga diamankan barang bukti berupa satu paket sabu dengan berat 0,15 gram, satu set bong (alat hisap sabu) dan satu unit sepeda motor," kata Iptu Yudi.

Iptu Yudi menuturkan, tiga tersangka tersebut masing-masing berinisial RS (41) warga Gampong Baro, MI (35) warga Gampong Jawa dan MHP (32) oknum Polri, tercatat sebagai warga Gampong Matang Seulimeng Komplek Perumahan Mulia Asri, Langsa.

Berdasarkan pengakuan dari tiga tersangka, kata Iptu Yudi, sabu dari mereka dibeli dari seorang pria berinisial M (DPO).

Sebelum dilakukan pemeriksaan, tiga tersangka tersebut terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh staf Urkes Polres Langsa di ruangan Sat Resnarkoba.

"Hasil pemeriksaan menunjukan suhu tubuh mereka normal, dan untuk tersangka MHP (oknum polisi berpangkat brigadir) dilakukan tes urine, hasilnya positif mengandung methamfetamine (positif sabu)," ungkap Iptu Yudi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga tersangka berikut barang bukti saat ini telah diamankan di Polres Langsa guna proses hukum lebih lanjut.

Komentar

Loading...