Unduh Aplikasi

Nora Sesalkan Pembatalan MoU Proyek Multiyears

Nora Sesalkan Pembatalan MoU Proyek Multiyears
Nora Idah Nita, anggota DPR Aceh Dapil 7. Foto: Dok AJNN.

ACEH TAMIANG - Nora Idah Nita, anggota DPR Aceh dari Dapil 7 menyesalkan pembatalan MoU proyek multi years dengan Pemerintah Aceh yang dilakukan DPRA dalam rapat paripurna, Rabu (22/7).

"Saya dari Dapil 7 sangat menyesalkan sikap DPRA yang membatalkan MoU proyek multi years," kata Nora Idah Nita kepada AJNN.

Selain dirinya dari Dapil 7, kata Nora, anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat lainnya juga menyampaikan kekesalan.

Bahkan, kata Nora, sebagai bentuk kekesalan, Fraksi Partai Demokrat memutuskan untuk walk out dari rapat paripurna siang tadi, sebab tidak sejalan dengan agenda paripurna tersebut.

Baca: Tolak Pembatalan Proyek Multiyears, Fraksi Demokrat Keluar dari Paripurna

Kekesalan yang disampaikan tersebut bukan tanpa alasan, Nora mengetahui persis bahwa ruas jalan penghubung Aceh Tamiang-Aceh Timur (Karang Baru-Simpang Jernih) yang masuk dalam proyek multi years memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat disana, khususnya masyarakat terpencil dan terisolir.

"Pembangunan infrastruktur jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat terpencil, namun mau dibatalkan juga, itu yang membuat saya kesal," sebut Nora.

Menurut Nora, bila ruas jalan penghubung Aceh Tamiang-Aceh Timur jadi dibangun maka manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat, karena bisa mengkoneksikan dan memperpendek jarak tempuh bebarapa wilayah di timur barat selatan.

"Kami akan tetap memperjuangkan program tersebut, karena kami harus mendengar aspirasi dan harapan masyakat Aceh, khususnya masyarakat yang kami wakili," ujarnya.

Walupun paripurna DPRA telah membatalkan MoU proyek tersebut, sambung Nora, kami akan melihat aturan apakah program 2019 yang telah ditandatangani pimpinan DPRA dan sudah di sahkan menjadi Qanun bisa dibatalkan begitu saja.

"Bila dianggap program itu menyalahi prosedur kenapa baru sekarang diributkan pada saat mau dilelang, kenapa bukan dari tahun 2019 kemarin pada saat pengesahan," imbuh Nora.

"Sikap DPRA membatalkan MoU proyek tersebut sama saja telah memadamkan impian dan menghapus kemerdekaan masyarakat yang seharusnya akan merasakan manfaat dari 11 ruas jalan yang akan dibangun di sepuluh kabupaten/kota di Aceh tersebut," tambah Nora.

Komentar

Loading...