Unduh Aplikasi

Nonton Drama, 8 Warga Tertabrak Kereta Api di Surabaya

Nonton Drama, 8 Warga Tertabrak Kereta Api di Surabaya
Tragedi Drama Peringatan Hari Pahlawan di sekitar kawasan Tugu Pahlawan. Foto: CNNIndonesia

BANDA ACEH - Peringatan Hari Pahlawan di sekitar kawasanTugu Pahlawan Surabaya diwarnai Tragedi. Saat malam Drama Kolosal Peringatan Hari Pahlawan, sejumlah warga yang sedang menonton di atas jembatan tertabrak kereta api.

Seperti dilansir CNNIndonesia, kejadian tersebut mengakibatkan dua orang penonton meninggal dunia di tempat. Berdasarkan penjelasan polisi, dua orang itu terdiri dari satu wanita, dan satu orang pria serta enam orang mengalami luka.

Umumnya warga yang menonton drama ini dari viaduk atau jalur atas jembatan perlintasan kereta api terjatuh bahkan ada yang terlindas kereta. Insiden terjadi sesaat sebelum dram dimulai. Kondisi venue yang penuh sesak, membuat warga menaiki tembok-tembok pembatas tugu pahlawan, dan viaduk yang jaraknya tak jauh dari lokasi.

Menurut keterangan saksi mata 5 menit setelah prolog drama dibacakan, sebuah kereta api melintas. Para warga yang berada di atas kemudian saling dorong dan beberapa berjatuhan, dari ketinggian 5 meter.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan diperkirakan jumlah korban kini ada dua orang meninggal dan enam orang luka-luka.

"Kami baru selesai melakukan olah TKP, di rel atas ini, dimana telah terjadi laka kereta api yang diperkirakan dua orang meninggalkan dan enam orang luka-luka," katanya, Jumat, (9/11).

Ia mengatakan kereta yang melintas itu datang dari arah timur menuju barat. Selain itu pihaknya kini masih berkoordinasi dengan KAI terkait itu kereta apa dan siapa masinisnya.

Kendati demikian Rudi menyebut masyarakat seharusnya tak mengambil tempat di atas viaduk, kerana tempat itu adalah salah karena berada di perlintasan kereta api. "Masyarakat yang mengambil tempat yang salah, ada perlintasan kereta api tapi mereka berdiri disana ini yang semestinya tidak dilakukan," kata dia.

Para korban kini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah DR Sutomo Surabaya, untuk ditangani lebih lanjut.

Komentar

Loading...