Unduh Aplikasi

Noktah Hitam Abdullah Puteh

Noktah Hitam Abdullah Puteh
ABDULLAH Puteh bak bangkit dari kubur. Setelah sekian lama menghilang dari dunia perpolitikan Aceh, bekas Gubernur Aceh ini kembali dengan kabar mengejutkan: mencalonkan diri pada Pemilihan Kepala Daerah 2017.

Bagi masyarakat Aceh, Puteh adalah legenda. Dia adalah pejabat Aceh pertama yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Pengadilan ad hoc tindak pidana korupsi memvonis Puteh pidana penjara 10 tahun. Puteh terbukti bersalah dalam pengadaan helikopter Mi-2 buatan Rusia.

Mahkamah Konstitusi memang membolehkan bekas narapidana mencalonkan diri dalam pilkada. Sepanjang si calon memberitahukan kepada masyarakat luas jejak kelamnya. Hal ini pernah terjadi di Semarang dan dilakukan oleh calon wali kota Soemarmo HS, bekas Wali Kota Semarang, divonis terkait kasus gratifikasi senilai Rp 4 miliar, lebih besar dari Puteh.

Dengan pernyataan terbuka dan jujur dari mantan narapidana yang telah diketahui oleh masyarakat umum. Semua terpulang kepada masyarakat untuk menentukan pilihan. Apabila bekas narapidana tersebut tidak mau mengumumkan diri secara terbuka, maka berlaku syarat kedua dari putusan Mahkamah Konstitusi itu. Isinya: bekas narapidana bisa ikut pilkada setelah lima tahun selesai menjalani hukumannya.

Dari sisi aturan, Puteh memang memiliki kesempatan sama di mata hukum. Sama dengan warga negara lainnya. Namun hendaknya Puteh berkaca bahwa sebagai bekas kepala daerah yang tersandung korupsi, maju dalam pilkada hanya akan semakin memburamkan pemberantasan korupsi.

Dari sisi moral, hal ini tentu absurd. Memang tak ada jaminan bahwa calon-calon yang mendeklarasikan diri saat ini bersih dari dugaan korupsi. Mungkin saja sebagian besar calon-calon ini hanya lebih beruntung karena belum sempat berurusan dengan komisi antirasuah dan perkara-perkara korupsi.

Di tengah permainan politik uang dalam penyelenggaraan pilkada dan pemilu, dan ketidakberdayaan Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) dalam menekan angka pelanggaran dalam proses pemilihan, Puteh harusnya lebih menahan diri. Menyadari bahwa kesempatan untuk memimpin Aceh telah berlalu. Dan itu ditinggalkannya dengan catatan hitam.

Komentar

Loading...