Unduh Aplikasi

Niat Yassona di Tengah Corona

Niat Yassona di Tengah Corona
Ilustrasi: wikipedia commons

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona Laoly kembali unjuk gigi. Setelah lama bungkam karena diduga menutup-nutupi keberadaan Harun Masikhu, terduga penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Yassona muncul lagi dengan isu baru.

Politikus Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia Perjuangan ini mewacanakan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Lewat revisi aturan ini, pemerintah berencana membebaskan sejumlah narapidana dengan sejumlah ketentuan. Satu di antaranya berusia di atas 60 tahun dan telah menjalani sebagian besar masa hukuman di dalam penjara.

Pemerintah beranggapan, dalam kondisi pandemi virus corona, kondisi lembaga pemasyarakatan sangat mengancam kesehatan para narapidana. Memulangkan sejumlah narapidana lebih cepat dari masa hukuman dinilai sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap hak narapidana.

Rencana mulia ini harusnya segera dilaksanakan kecuali terhadap narapidana kasus narkoba dan kasus korupsi. Para narapidana kasus peredaran narkoba harus tetap berada di dalam penjara karena kejahatan mereka sangat merusak.

Bahkan di dalam penjara pun, beberapa dari mereka masih bisa mengatur transaksi narkoba di luar dinding penjara. Mereka seperti memiliki “akses” penuh ke dunia luar hanya dalam genggaman. Jadi, dengan pertimbangan kemanusiaan, sudah sepantasnya mereka tetap berada di dalam.

Dan untuk kelompok terakhir, pemerintah juga tidak memberikan keringanan. Ini adalah kejahatan keji yang menyaru dengan seribu wajah. Pelakunya pun sering kali dianggap sosok yang sopan dan dermawan. Tak jarang pula mereka menyumbang ke banyak lembaga sosial dan lembaga pengajian.

Namun tetap saja mereka pencuri. Tak peduli seberapa putih baju kokonya atau sewangi apa parfumnya. Tindakan para koruptor ini menyengsarakan ribuan bahkan jutaan orang. Para koruptor juga menggerogoti sendi-sendi kehidupan sosial.

Pemerintah boleh saja menyiapkan ribuan alasan untuk memberikan keringanan kepada koruptor. Namun negara harusnya tidak mengalah dan tunduk pada rencana yang berlawanan dengan semangat penegakan hukum ini. Negara harusnya berdiri di atas kepentingan yang lebih besar.

Kalau Yassona tetap memberikan keringanan terhadap para koruptor dengan alasan pandemi corona, hal ini akan semakin mempertegas di sisi mana Yassona berada.

Komentar

Loading...