Unduh Aplikasi

Niat India Berinvestasi di Aceh Harus Ditindaklanjuti, Jangan Hanya Sebatas Kunjungan

Niat India Berinvestasi di Aceh Harus Ditindaklanjuti, Jangan Hanya Sebatas Kunjungan
Suprijal Yusuf

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan pemerintah India berniat untuk berinvestasi di Aceh, salah satunya membangun rumah sakit di Kota Sabang.

Ketertarikan itu disampaikan langsung Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, dalam pertemuan di Meuligoe Wakil Gubernur di Banda Aceh, Senin 5/8.

“Dia (pemerintah India) mau bangun rumah sakit, full investasi yang harga layanannya terjangkau,” kata Nova Iriansyah.

Niat duta besar India yang disambut baik Plt Gubernur Aceh itu mendapatkan respon baik dari berbagai kalangan di Aceh. Salah satunya dari Wakil Ketua DPD I Golkar Aceh, Suprijal Yusuf menilai langkah awal yang sudah terbangun ini perlu segera ditindaklanjuti hingga pada realisasinya.

Suprijal meminta, komitmen yang telah disepakati bersama ini jangan sampai berhenti ditengah jalan, seperti wacana-wacana sebelumnya dengan berbagai negera yang berkunjung ke Aceh dan berjanji akan berinvestasi.

"Diharapkan Plt Gubernur Aceh segera melakukan kebijakan yang baik dari niat India untuk berinvestasi di Aceh.  Sehingga ini tidak berakhir hanya sebagai kunjungan, seperti yang sudah-sudah kedatangan dari berbagai negara, tidak pernah ada tindaklanjut," kata Suprijal Yusuf kepada AJNN, Selasa (6/8).

Menurut Suprijal, Plt Gubernur Aceh harus mendorong Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait untuk merencanakan tindaklanjut pertemuan itu.

"Bahkan, jika perlu Pemerintah Aceh juga bisa mengirim tim ke India guna menindaklanjuti kesepakatan ini," ujarnya.

Selain itu, kata Suprijal, Plt Gubernur Aceh juga harus menyampaikan kepada kedutaan India bahwa Pemerintah Aceh dapat memberikan jaminan berinvestasi. Khususnya dari sisi keamanan.

"Pemerintah Aceh juga sampaikan bahwa keamanan berinvestasi bisa dijamin. Karena ini angin segar investasi di Aceh," tuturnya.

Tak hanya itu, Suprijal melihat, jika komitmen dengan India ini berjalan baik. Persoalan kelapa sawit juga harus menjadi prioritas kerjasama guna meningkatkan harganya.

"Karena India merupakan negera yang mempunyai nilai importir sawit terbesar. Jadi, penampungan tempat pelemparan pasar sudah ada di India. Dikirim langsung dari Aceh dan tidak melalui pelabuhan Belawan lagi," sebut Suprijal.

"Ini akan dirasakan oleh petani sawit di Aceh, ini solusi bagi Gubernur Aceh untuk mengangkat martabat petani sawit di Aceh," sambungnya.

Sementara disisi lain, Suprijal berpandangan bahwa kerjasama itu harus dibantu oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh sebagai organisasi independen yang menghimpun para pengusaha.

Sehingga nantinya, ketika investasi India masuk atau berjalan, para pengusaha di Aceh belum ada persiapan apapun, lalu ujung-ujungnya menyalahkan investasi luar.

"Saya harap Kadin harus mempersiapkan semuanya dengan mengajak para pengusaha dibawah Kadin," pungkas Suprijal. 

Kyriad Muraya Hotel Aceh

Komentar

Loading...