Unduh Aplikasi

Netralitas Pelaksana dan Sukses Pilkada

Netralitas Pelaksana dan Sukses Pilkada
ilustrasi

PARA kontestan di Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017 berikrar untuk menjaga perdamaian selama proses tersebut berlangsung. Pesan perdamaian ini disampaikan dari Banda Aceh dan diharapkan dapat didengar oleh masyarakat seluruh Aceh, entah itu yang berpolitik ataupun tidak, dan dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Namun yang tak kalah penting adalah kata-kata yang disampaikan oleh pelaksana tugas Gubernur Aceh Soedarmo yang meminta seluruh komisioner Komisi Independen Pemilihan Aceh bersikap netral dalam pelaksanaan pilkada. Sebagai wasit dalam “pertarungan” ini, KIP Aceh harus mampu menjaga integritas dan tidak memihak.

Pilkada 2017 di Aceh membutuhkan netralitas dari penyelenggara. Dengan demikian, setiap kontestan akan benar-benar berupaya meyakinkan para pemilih ntuk memilih mereka dengan cara-cara benar. Tidak memaksakan kehendak apalagi sampai mengintimidasi.

Dengan demikian, setiap warga Aceh memiliki kesempatan untuk menentukan sosok pemimpin pilihan mereka. Pilihan yang benar-benar dipertimbangkan dengan matang, bukan karena ditakut-takuti.

Buah lain dari pilkada yang bersih adalah dukungan  masyarakat Aceh terhadap gubernur terpilih. Ini adalah modal penting bagi pemerintahan baru dalam menjalankan visi dan misi mereka. Tanpa partisipasi masyarakat, pembangunan terasa hambar.

Pilkada butuh partisipasi masyarakat agar dapat dikatakan sukses. Dan hal itu hanya didapat jika para penyelenggara pemilihan, termasuk Panitia Pengawas Pemilihan, benar-benar menjaga netralitas. Mereka harus bisa memastikan bahwa pelaksanaan pemilihan bebas dari kecurangan dan intimidasi.

Komentar

Loading...