Unduh Aplikasi

Nenek Moyang Pelaut

Nenek Moyang Pelaut
Ilustrasi: toonpool.

51 nelayan asal Aceh Timur, yang baru saja kembali usai menjalani hukuman di Thailand, dapat bernapas lega. Setidaknya untuk sementara waktu. Selain mendapatkan bantuan dari Pemerintah Aceh, mereka juga menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. 

Namun mereka tentu harus segera mencari ikan dan kembali ke laut. Bagi nelayan-nelayan muda, mereka dapat memilih alternatif lain sebagai sumber penghasilan. Namun bagi mereka yang telah mengarungi lautan sejak lama, berganti profesi tentu pilihan sulit. 

Masyarakat Aceh Timur memang dikenal sebagai nelayan andal. DNA mereka adalah nelayan. Saat kapal-kapal dari Aceh Timur bersandar di Banda Aceh, misalnya, harga ikan akan segera normal, bahkan menjadi lebih murah, karena hasil tangkapan mereka yang melimpah. 

Nelayan Aceh Timur juga dikenal sebagai pembuat kapal yang hebat. Tak jarang, nelayan dari negara asing memesan kapal ikan buatan Aceh Timur. Ini merupakan keunggulan yang seharusnya dilestarikan dan dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. 

Caranya adalah dengan melakukan intervensi. Di tengah seretnya investasi, pemerintah kabupaten harusnya mampu merayu Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia untuk menggelontorkan uang dalam mengembangkan sektor kelautan dan produk turunannya di Aceh Timur. 

Kapasitas produksi nelayan Aceh Timur harusnya dibarengi dengan kemampuan pengolahan hasil laut yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi. Hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual mentah-mentah. Perlu dorongan agar masyarakat juga mampu mengembangkan hasil tangkapan menjadi produk yang memberikan nilai tambah, baik dari sisi penjualan maupun penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah Aceh juga perlu mendorong agar produksi nelayan Aceh Timur mampu memasuki pasar ekspor yang memiliki nilai jual, daya saing, berstandar internasional dan memikat pembeli. 

Satu hal yang tak kalah penting adalah pemerintah harus mampu menertibkan sejumlah rumpon yang menghalangi ikan mendekat ke pantai Aceh Timur. Sehingga para nelayan tak perlu berlayar jauh hanya untuk menghidupi keluarga. Dengan demikian, mereka tak perlu lagi melanggar garis pantai negara lain atau bahkan mendapat pekerjaan tambahan sebagai penyelundup narkoba dari luar negeri. 

Komentar

Loading...