Unduh Aplikasi

Nelayan Simeulue yang Tangkap Ikan Pakai Kompresor Dituntut 4 Bulan Penjara

Nelayan Simeulue yang Tangkap Ikan Pakai Kompresor Dituntut 4 Bulan Penjara
Ilustrasi. Foto: Net

SIMEULUE - Pengadilan Negeri Sinabang kembali menggelar sidang perkara tindak pidana perikanan yang menggunakan alat bantu penangkapan ikan berupa kompresor di KKP PISISI Kabupaten Simeulue dengan agenda penuntutan dari Jaksa, pada Selasa (8/6).

Tim JPU Kejaksaan Negeri Sinabang membacakan tuntutan kepada 14 terdakwa dalam tiga perkara secara terpisah. 

Pada masing-masing persidangan, berdasarkan fakta hukum, keterangan terdakwa, saksi dan ahli JPU meyakini bahwa seluruh terdakwa secara sah telah melakukan perbuatan orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan memiliki, menguasai, membawa dan atau menggunakan alat penangkapan atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu serta merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia. 

Perbuatan seluruh terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 85 Junto Pasal 9 Junto Pasal 100B Undang Undang Republik Indonesia Nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Secara terpisah, JPU menyampaikan tuntutan yang sama terhadap seluruh terdakwa yaitu meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap masing-masing tedakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan dan denda masing masing sebesar Rp 2.000.000,- subsider 2 bulan penjara dan perintah agar seluruh terdakwa tetap ditahan.
 
Pada masing-masing persidangan JPU juga menuntut agar barang bukti berupa tiga unit kompresor dan hasil pelelangan barang bukti ikan dan teripang dirampas untuk negara. Sementara 3 rol selang, 6 pasang fin, 6 unit senter selam, 6 pasang dakor, 6 kaca mata selam, 6 alat tangkap tempak ikan, timah pemberat untuk dirampas dan dimusnahkan. 

Sementara itu, terhadap dua unit Kapal Motor tanpa nama dan satu unit KM. Sinar Intan yang sebelumnya disita sebagai Barang Bukti JPU menyatakan agar dikembalikan kepada masing-masing terdakwa yaitu BM, MY dan HJ.
 
Sebelum membacakan tuntutan, JPU menilai bahwa hal-hal yang memberatkan para terdakwa adalah perbuatan terdakwa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perbuatan seluruh terdakwa juga dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam rangka menjaga keberlangsugan sumberdaya ikan. Terakhir JPU meyakini bahwa perbuatan terdakwa dapat menimbulkan kerusakan ekosistem didalam laut.
 
Sementara itu, atas tuntutan yang dibacakan JPU, terdakwa BM, ARS, TWP, AS, DM dan YM yang diwakili oleh penasihat hukum dalam nota pembelaannya menyampaikan agar JPU meringankan tuntutan dengan pertimbangan usia terdakwa yang masih muda, sedang dalam masa pendidikan dan ingin menyelesaikannya, keluarga. 

Selain itu, para terdakwa juga menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Pada akhir pembelaannya para terdakwa momohon kepada majelis hakim agar berkenan menjatuhkan tuntutan yang ringan dan adil dalam perkara tersebut.
 
Pada dua sidang selanjutnya, terdakwa MY, IR, ARF serta terdakwa  HJ, MD, HD, AM, RM secara terpisah meminta secara langsung agar JPU dapat diberikan keringanan dalam tuntutan dengan pertimbangan keluarga dan belum pernah dihukum. Seluruh terdakwa juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan pidana tersebut. Atas permintaan para terdakwa tersebut Tim JPU menyampaikan sikap bahwa JPU tetap pada tuntutannya.
 
Pada akhir persidangan Majelis hakim menyampaikan akan menyiapkan putusan hakim yang akan disampaikan pada persidangan pada hari Kamis (10/6) besok.

HUT Pijay

Komentar

Loading...