Unduh Aplikasi

Nelayan Aceh yang Ditangkap Otoritas Thailand Dilaporkan dalam Keadaan Sehat

Nelayan Aceh yang Ditangkap Otoritas Thailand Dilaporkan dalam Keadaan Sehat
Kapal nelayan menepi di TPI Pusong Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

BANDA ACEH - Nelayan asal Idi Aceh Timur yang ditangkap otoritas Thailand karena diduga melewati batas laut negara Thailand pada tanggal 9 April 2021 lalu dalam keadaan sehat.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek mengatakan, sesuai dengan laporan KRI Songkhla, WNI nelayan dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat.

Baca: 34 Nelayan Asal Aceh Timur Ditangkap Otoritas Thailand

"Terpantau sesuai laporan KRI Songkhla WNI nelayan dalam keadaan sehat dan terus dipantau kesehatannya oleh otoritas setempat," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek, di Banda Aceh


Miftach Cut Adek menjelaskan, KRI Songkhla telah mengantisipasi pelaksanaan pendampingan, bantuan logisitik dan kebutuhan dasar lainnya yang diperlukan bagi 32 nelayan asal Aceh.

"Mengingat saat ini sedang berlangsung libur panjang Tahun Baru Thailand dan masih berlakunya darurat COVID-19,"tutupnya

Dia menambahkan, nelayan tersebut awalnya diperkirakan 34 orang, namun 2 orang melarikan diri saat penangkapan.

"Kebetulan 2 orang tersebut lagi di jalo untuk menahan ikan jangan keluar,"ujar Miftach Cut Adek

Mereka lari setelah KM. Rizki Laot disergap dan diperkirakan jaraknya dari jalo tersebut 30 meter dan mereka  memotong tali yang sebelumnya terikat dengan KM. Rizki untuk melarikan diri.

"Lalu mereka ketemu dengan boat pukat dari PPS Kutaraja dan keduanya tiba di PPS Kutaraja pada hari Sabtu pukul 5 pagi dan hari minggu mereka pulang ke Idi,"tutupnya

 

Komentar

Loading...