Unduh Aplikasi

Nekat Nikah Liar, Warga Asal Aceh Barat dan Aceh Besar Diamankan Polisi

Nekat Nikah Liar, Warga Asal Aceh Barat dan Aceh Besar Diamankan Polisi
Ilustrasi. Foto: IST

ACEH JAYA - Jajaran kepolisian sektor (Polsek) Teunom mengamankan satu orang warga asal Aceh Barat dan satu orang warga asal Aceh Besar karena diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan dalam perkawinan di wilayah hukum Polsek Teunom, Aceh Jaya.

Kedua warga luar Aceh Jaya yang diamankan tersebut yakni, M (46) perempuan warga asal Desa Cot Lada, Kecamatan Bubon Kabupaten Aceh Barat yang selama ini menetap di salah satu desa kecamatan Teunom, Aceh Jaya dengan S (25) pria warga Desa Lampoh Tarom, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir melalui Kapolsek Teunom, Ipda Muhammad Alfata membenarkan jika pihaknya telah mengamankan dan menahan satu pasangan yang diduga telah melakukan kejahatan dalam perkawinan di wilayah hukumnya sebulan yang lalu.

"Iya benar, kasus itu sudah sebulan yang lalu, dan SPDP nya juga sudah kita limpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Aceh Jaya beberapa waktu lalu, namun untuk berkas lanjutannya masih kita lengkapi dulu," kata Alfata kepada AJNN, Rabu (25/11).

Katanya, penangkapan terhadap M (46) dan S (25) itu berawal dari laporan suami M dengan inisial IS warga Desa Cot Lada Kecamatan Bubon Kabupaten Aceh Barat yang selama ini menetap di Teunom, Aceh Jaya bersama M selaku istri sahnya.

Dia juga melaporkan jika M merupakan istri sahnya sebagaimana masih tercatat di KUA Bubon Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, namun secara diam-diam menikah liar dengan pria lain di teungku gampong.

"Dia (IS) melaporkan M (istri sahnya) ke pihak Polsek Teunom terkait adanya pernikahan liar diluar KUA dengan seorang lelaki dengan inisial S warga Aceh Besar yang terjadi pada tanggal 06 Oktober 2020 lalu di Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya," terang Alfata.

"Saat ini keduanya sudah dititipkan di sel tahanan Mapolres Aceh Jaya untuk pengembangan lebih lanjut, dan beberapa saksi juga sudah kita panggil termasuk teungku yang menikahkan mereka," tambahnya.

Sementara itu, Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Aceh Jaya, Ahmad Buchori membenarkan jika pihaknya sudah menerima SPDP terkait kasus perkawinan liar yang terjadi di Teunom, Aceh Jaya beberapa waktu lalu.

"Benar, SPDP nya sudah kita terima, namun berkas nya belum, nanti kalau sudah masuk berkasnya saya kabari lagi," pungkas Buchori.

Komentar

Loading...