Unduh Aplikasi

Nek Tu mengaku tak bermaksud buat ricuh di sidang paripurna DPRA

Nek Tu mengaku tak bermaksud buat ricuh di sidang paripurna DPRA
Nek tu, foto: Nazar ahadi
BANDA ACEH-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh Ridwan Abubakar alias Nek Tu mengaku tak bermaksud membuat keributan dalam rapat paripurna penetapan pimpinan Dewan di gedung DPR Aceh Senin (8/12) lalu.

Menurutnya, ia hanya meminta sidang ditunda karena ada persoalan yang terganjal regulasi dan konstitusi Partai Aceh yang belum selesai.

"Kericuhan berawal dari ketua sementara Tgk Muharuddin tidak mengindahkah interupsi saya yang menyepaikan tentang keabsahan majelis Tuha Peut Partai dan rekomendasi 14 pimpinan Dewan pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) yang merekomendasikan saya sebagai ketua dewan," katanya saat menggelar konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di Banda Aceh, Kamis (11/12).

Kata dia,pada tanggal 14 September lalu, ketua dan sekretaris DPA PA telah menyurati semua DPW untuk mengusung salah satu calon untuk diusung menjadi ketua dewan defenitif, kemudian diiringi surat dari majelis Tuha Peut yang merekomendasi saya menjadi ketua dewan defenitif.

" Tapi rekomendasi DPW PA dan Tuha Peut diabaikan ketua DPP PA dalam hal ini Muzakir Manaf, sehingga saat ini hanya meminta bermasud meminta waktu untuk meluruskan persoalan di internal partai," katanya.

Kata dia sebelumnya persoalan ini tidak pernah dilakukankan musyawarah, sehingga ia meminta paripurna ditunda. ia berharap agar semua pihak khusunya masyarakat Aceh tak salah menafsirkan persoalan tersebut

NAZLA

Komentar

Loading...