Unduh Aplikasi

Nek Fatimah Dibunuh Anaknya Gara-gara Uang Rp 20 Ribu

Nek Fatimah Dibunuh Anaknya Gara-gara Uang Rp 20 Ribu
Anak korban, pelaku pembunuhan. Foto: Ist

ACEH UTARA - Detik-detik sebelum Nek Fatimah dihabisi secara sadis oleh anaknya, Nek Fatimah sempat merintih dan berucap pasrah. Kala kuatnya genggaman tangan NA (35), merangkul lehernya di bawah ancaman sebilah pisau.

"Gorok saja leher saya, biar saya dapat surga," itu ucapan terakhir korban dihadapan NA sebelum ajal menjemput.

Cuma karena keinginannya tidak sanggup dipenuhi, darah dagingnya itu secara biadap langsung menjambak rambut korban dan secara tega menggorok leher ibunya dengan tangannya sendiri.

Kasat Reskrim Aceh Utara, AKP Rustam Nawawi menjelaskan, tersangka awalnya mendatangi rumah korban sekira pukul 05.00 WIB, dengan tujuan meminta uang kepada ibunya Rp 300 ribu. Karena korban menjawab tidak memiliki uang sebanyak itu, tersangka mengancam korban dengan sebilah pisau.

Kemudian pelaku kembali meminta kepada korban uang Rp 20 ribu dengan alasan untuk membeli rokok. Karena permintaan tersebut juga tidak terpenuhi, kemarahan pelaku memuncak dan langsung menarik rambut korban dan menggorok leher ibunya.

"Motifnya karena korban tidak mampu memenuhi permintaan anaknya, maka dibunuh oleh NA," jelas Rustam Nawawi.

Baca: Otak Pelaku Pembunuhan Nek Fatimah Adalah Anak Kandungnya

Menurut Rustam, pisau dapur yang digunakan untuk membunuh ibunya itu memang sudah dipersiapkan pelaku. Pelaku juga masuk ke rumah korban dengan cara menerobos dinding rumah yg terbuat dari karung padi.

Lanjutnya, pelaku menggorok leher korban dengan sekali sayatan. Setelah korban jatuh dengan posisi telentang, kemudian pelaku berusaha membalikkan tubuh korban untuk merekayasa peristiwa itu.

"Pelaku sengaja merekayasa semua, dari dari posisi tubuh korban hingga mengkunci pintu depan belakang dari arah dalam rumah seolah-olah korban bunuh diri," terangnya.

Tak lama setelah itu, pelaku keluar dari tempat semula, dan membersihkan tangan dengan menggunakan abu. Selanjutnya pelaku nongkrong di warung kopi Kota Pantonlabu.

"Terakhir pelaku kembali ke TKP dan memberitahukan mak cik dan suadaranya Ibrahim, bila ibunya sudah meninggal dunia," pungkas Rustam Nawawi.

Komentar

Loading...