Unduh Aplikasi

INTERMESO

Negeri Yang Beruntung

Negeri Yang Beruntung
Ilustrasi: NRP

SEJAK corona mewabah, kepanikan menyelimuti dunia. Petugas medis kelimpungan karena harus menangani pasien dengan perlengkapan seadanya.

Pemerintah di berbagai negara juga gagap bertindak. Ada yang memberlakukan lockdown. Ada pula yang menyarankan masyarakatnya untuk banyak-banyak minum bir dan sauna.

Di Indonesia, seorang paranormal mengaku berhasil merasuki corona dan berkomunikasi. Ada pula yang sibuk meramal akhir riwayat corona di dunia.

Terserahlah. Yang jelas, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun keteteran. Awalnya, lembaga ini hanya menyarankan mereka yang sakit harus menggunakan masker. Alat pelindung diri diutamakan untuk pekerja medis.

Sejak corona mewabah, masker menjadi alat pelindung yang paling dicari. Permintaannya pun meningkat, bahkan WHO lantas menyuruh semua orang, sakit atau tidak, menggunakan masker. Masker kain yang tak laku kini diproduksi massal. 

Tentu kita tak bisa menyalahkan WHO. Karena ini adalah hal baru. Bukankah manusia selalu takut dengan hal-hal yang dia tak kenali. Namun yang paling tak masuk akal adalah orang-orang yang membawa urusan ini menjadi mainan politik.

Lebih parah lagi, adalah orang-orang yang menjadikan wabah ini sebagai ajang cari untung. Sayangnya, menteri hanya berani cerita tentang mafia tanpa berani menunjuk hidung orang-orang mencari untung di balik pengadaan alat-alat kesehatan yang kini jadi buruan.

Di media sosial, corona jadi olok-olok. Orang-orang ramai menyebarkan informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya hanya karena memiliki banyak paket data atau tengah menikmati wifi gratis.

Semua orang kini merasa punya pengetahuan yang cukup untuk tidak terpapar corona. Aturan menjaga jarak hanya berlaku di tempat-tempat tertentu saja dan semua dilakukan sesuai dengan kemauan, bukan keharusan.

Tapi itu pun tak masalah, toh pemerintah juga sekadar saja mengurusi hal ini. Kalaupun nanti corona mereda, itu bukan hasil kerja keras. Itu hanya sebuah kebetulan yang lantas diklaim sebagai keberhasilan.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...