Unduh Aplikasi

Nasib Nelayan Aceh Utara yang Luput Perhatian Pemerintah

Nasib Nelayan Aceh Utara yang Luput Perhatian Pemerintah
Boat nelayan menepi di TPI Lancok, Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Sarina

ACEH UTARA – “Muara dangkal, untuk menepi kapal motor harus ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong Lhokseumawe,” ucap Panglima Laot Aceh Utara sembari memperlihatkan sejumlah boat nelayan yang berjejer di TPI Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

6 April 2021 merupakan hari nelayan nasional, Teungku Hamdani Yakob, mengaku sangat bahagia bahwa ada peringatan secara nasional, sehingga nasib-nasib nelayan di Indonesia khususnya di Aceh tidak luput dari ingatan.

“Selaku Panglima Laot Aceh Utara, saya sangat menyayangkan nasib nelayan di Aceh Utara yang masih memperihatinkan sekali,” katanya saat ditemui AJNN, Selasa (6/4).

Lanjut Hamdani, kendala pertama yakni dikeluhkan nelayan terkait alat tangkap yang masih menggunakan alat tradisional dan belum modern. Padahal di daerah lain sudah menggunakan alat tangkap yang lebih bagus, sesuai dengan peraturan pemerintah.

“Selama ini alat tangkap yang diberikan Pemerintah ke kami ukuran jaringnya 3 inci, namun yang kami butuhkan disini dua inci, karena untuk mencari udang,” ujarnya.

Sementara itu, pendapatan nelayan juga tidak mengalami peningkatan. Soalnya, muara sungai di daerah tersebut dangkal, sejak 16 tahun lalu atau pasca tsunami pada tahun 2004 silam.

 “Jadi muara sangat dangkal, kalau tidak ada air pasang, nelayan baru bisa melaut sekitar pukul 17.00 WIB, dan hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk memperdalam lagi muara tersebut,” tuturnya.

Untuk boat nelayan, pihaknya juga sudah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Aceh Utara melalui intansi terkait, namun tidak pernah direalisasi.

“Boat nelayan juga sudah banyak yang rusak, kondisi tidak bisa dipakai lagi. Padahal setiap tahun kami usulkan namun tidak pernah direalisasi lagi,” jelasnya.

Foto : Boat nelatan menepi di TPI Lancok, Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Sarina 

Komentar

Loading...