Unduh Aplikasi

Narapidana di LP Lhokseumawe Simpan Bendera GAM di Kamar

Narapidana di LP Lhokseumawe Simpan Bendera GAM di Kamar
Sejumlah barang terlarang yang ditemukan saat menggeledah LP Kelas II Lhokseumawe, Kamis (17/3). Foto: Safrizal
LHOKSEUMAWE - Aparat gabungan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kepolisian Resor Lhokseumawe, Brimob dan TNI AD, menemukan sejumlah barang terlarang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Lhokseumawe.

“Bahkan kami mendapati bendera di dalam kamar narapidana. Ini jelas-jelas melanggar,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Suwandi, di sela-sela pemeriksaan, Kamis (17/3).

Dari penjara yang berada di Jalan Diponegoro, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, itu petugas menemukan dua lembar bendera bintang bulan, uang tunai Rp 11,5 juta, uang ringgit, 25 unit kipas angin, 17 buah telepon genggam, gunting, potongan besi, dompet serta tujuh kartu ATM dari berbagai bank.

Sesuai ketentuan, semua barang yang disita. Kementerian juga mengembangkan penemuan ini untuk mencari motif di balik kepemilikan barang-barang terlarang itu. Sementara total uang yang ditemukan dari sejumlah narapidana itu akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Sesuai instruksi Presiden dan Kementerian, tidak tertutup kemungkinan pihaknya dalam waktu 30 hari ke depan akan melakukan penggeledahan di seluruh LP yang ada di Aceh.

Suwandi juga meminta kepala LP melakukan penggeledahan rutin, minimal satu kali dalam satu bulan. Ini dilakukan untuk mencegah kepemilikan barang terlarang di LP. Di lain pihak, Suwandi mengaku kesulitan mengontrol peredaran barang-barang ini karena tidak memiliki alat untuk mendeteksi. “Bayangkan saja, untuk alat detektor saja kita tidak ada,” sebut Suwandi.

Kepala Polres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, di lokasi LP, mengatakan saat dilakukan penggeledahan di LP Kelas II B Lhokseumawe, pihaknya mengamankan tiga napi yang terindikasi positif narkoba. Hal ini dilakukan setelah polisi mendapati dua kemasan pembungkus sabu-sabu. Kasus ini ditangani Satuan Narkoba Polres Lhokseumawe.

Komentar

Loading...