Unduh Aplikasi

Napi Rutan Kajhu Peras dan Ancam Anak Bawah Umur

Napi Rutan Kajhu Peras dan Ancam Anak Bawah Umur
Polisi perlihatkan bukti transfer korban pemerasan. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Seorang narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kajhu, Aceh Besar melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap anak di bawah umur. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolresta Banda Aceh.

MRJ (23), melakukan pemerasan dengan ancaman terhadap korban berinisial MPA (14), di media sosial instagram melalui telepon genggam pelaku yang dikendalikannya di dalam penjara.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatreskrim AKP M Taufiq menyebutkan pelaku meminta sejumlah uang kepada korban lewat instagram pelaku dengan nama akun cocoistback. Apabila tidak diberikan, korban akan dianiaya. Karena takut korbanpun memenuhi permintaannya.

"Merasa terancam jiwanya, korbanpun menyerahkan uang sebesar Rp400 ribu. Uang tersebut di ambil melalui rekannya berinisial R yang saat ini sedang dalam pemeriksaan pihak kepolisian," kata Taufiq, Jumat (14/2).

Pengungkapan pemerasan dan ancaman itu, kata Taufiq, terungkap setelah orang tua korban melaporkan kejahatan pelaku ke pihak kepolisian.

"Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan orang suruhan pelaku yakni R saat sedang mengambil uang di sekolah korban," ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, R sebagai kurir yang mengambil uang tersebut mengaku disuruh oleh MRJ yang saat ini mendekam di Rutan Kajhu dalam kasus pencurian.

"Pelaku ini napi kasus pencurian yang divonis 2,5 tahun kurungan. Korban tidak mengenal pelaku, mereka hanya berkenalan lewat instagram," ujarnya.

Korban pemerasan melalui medsos oleh pelaku bukan hanya terjadi pada siswa MTsN itu, namun ada beberapa korban lainnya yang dimintai uang oleh pelaku di bawah ancaman. Namun, yang baru melaporkan kejahatan pelaku baru satu orang.

Uang yang diminta oleh pelakupun jumlahnya bervariasi, pengiriman dilakukan via transfer Bank dan melalui rekannya sebagai kurir.

"Jadi total uang hasil pemerasan yang ditransfer via rekening jumlahnya ada Rp 1,8 juta, sementara melalui rekannya ada Rp 2,1 juta. Setiap transaksi pelaku memberi upah kepada R sebagai kurir," kata Taufiq.

Ia menyebutkan korban yang pernah dimintai uang oleh pelaku segera melapor ke pihak kepolisian. Dari pengakuan, pelaku melakukan pemerasan dengan sasaran anak dibawah umur untuk kebutuhan ekonomi selama di penjara.

"Uang itu digunakan untuk kebutuhan beli rokok dan kopi selama ditahan di rutan Kajhu," ungkap Kasatreskrim.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...