Unduh Aplikasi

Napi Gelar Aksi, Kepala Rutan Idi Diminta Ganti

Napi Gelar Aksi, Kepala Rutan Idi Diminta Ganti
Kondisi di dalam rutan Idi, Aceh Timur. Foto: Mahyuddin

ACEH TIMUR - Sebanyak 395 orang narapidana yang menjadi penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Aceh Timur yang berlokasi di Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, unjuk rasa meminta kepala rutan Irdiansyah Rana segera diganti.

Informasi yang dihimpun AJNN, unjuk rasa yang berujung ricuh tersebut terjadi pada Senin (25/9) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Pantauan AJNN di lokasi, sejumlah pintu dan dinding sel di dalam rutan tampak jebol akibat dirusak oleh penghuni rutan yang tersulut emosi dengan sikap kepala rutan yang dinilai tidak menepati janjinya.

Ada beberapa tuntutan yang dilayangkan oleh napi, yakni meminta sebagian napi dipindahkan ke rutan lainnya, karena kondisi ruangan di dalam rutan sudah over kapasitas, kemudian menu makanan yang dianggap kurang layak, sulitnya mengurus pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB) jika ada keluarga napi yang sakit dan kemalangan, air bersih dianggap kurang memadai, meminta pemasangan televisi agar para napi bisa menonton, dan meminta kepala rutan agar segera diganti,

Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah sejumlah pihak keamanan dari Kepolisian Resort Aceh Timur yang dipimpin oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, datang ke lokasi untuk menenangkan warga binaan dari dalam lapas tersebut.

"Saya minta kepada semua narapidana agar menahan diri dan menghindari aksi provokator yang dikhawatirkan akan memicu kekisruhan," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto.

Sementara itu, Kepala Cabang Rutan Idi Irdiansyah Rana mengaku akan berusaha membenahi apa yang menjadi tuntutan para napi, serta memindahkan napi yang masa hukumannya di atas empat tahun agar dapat mengurangi over kapasitas. Untuk pengurusan CB dan PB sudah diusulkannya dan masih dalam proses di Kemenkum HAM Aceh.

"Kami sudah mengusulkan 30 berkas PB maupun CB, 26 diantaranya sedang menunggu proses di Kanwil Kemenkum HAM Aceh, dan tanpa biaya apapun," kata Irdiansyah Rana.

Komentar

Loading...