Unduh Aplikasi

Nadia Husna Kemala, Mahasiswi Cantik dengan Segudang Prestasi

Nadia Husna Kemala, Mahasiswi Cantik dengan Segudang Prestasi
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Nadia Husna Kemala, seorang mahasiswi asal Kota Lhokseumawe kini sedang menempuh pendidikan Strata-1 (S-1) di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Dengan beasiswa yang didapatinya, putri cantik kelahiran, Lhokseumawe 15 Juli 1998 itu mampu meraih berbagai prestasi di Negeri Jiran itu.

Adapun sejumlah prestasi yang berhasil diraih gadis yang memiliki hobi bersosialisasi dan membaca itu mendapatkan beasiswa S-1 di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Juara II Lomba Pidato Bahasa Inggis, Juara III lomba debat bahasa Indonesia se Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia, Juara II menulis se-PPI IIUM, pernah mendapatkan beasiswa pertukaran pelajar (mahasiswi) ke Perancis pada semester lalu tepatnya di awal tahun 2020.

Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Zainal Bakri dan Marzaini M Thaib itu bercita-cita melanjutkan S-2 ke Australia dengan cara mendapatkan beasiswa.

“Alasan saya melanjutkan S-2 ke Luar Negeri yaitu ke Australia, guna untuk lebih membuka wawasan dalam pertemanan, bisa merasakan pendidikan juga di Negara maju, membahagiakan orangtua dan berharap dengan pendidikan itu bisa memberikan pekerjaan yag baik, sehingga masa depan lebih cerah,” kata Nadia kepada AJNN, Sabtu (1/8).

Alumni Dayah Modern Arun (Damora) itu, juga mampu menguasai lima bahasa, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Malaysia, Bahasa Indonesia. Mahasiswa Semenster 7 Jurusan Tekhnik Elektro IIUM itu saat ini juga sedang memperlajari bahasa Prancis dan Jepang.

“Ada sejumlah kendala untuk mendapatkan prestasi selama ini, karena ketika sudah keluar negeri, saingan sudah banyak. Diantaranya yaitu perbedaan budaya dan juga pengetahuan,” ucap Finalis Duta Wisata Aceh Utara 2020 dan mendapatkan harapan III itu.

Lanjutnya, mahasiswa-mahasiswa di Luar Negeri lebih mampu menguasai lapangan langsung, sementara kalau dari Indonesia hanya menguasai materi saja, hal itu yang membuat saingan sangat ketat di tingkat Internasional.

“Walau sebenarnya mahasiswa disana tidak diskriminatif, namun wawasana mereka lebih banyak. Dan mereka juga mengatakan kalau orang-orang Asia terkenal dengan rajinnya,” ungkap Nadia.

Nadia juga menyebutkan pengalaman paling menarik yang dirasakannya yaitu saat pertukaran pelajar ke Perancis, dimana di tengah Pandemi Covid-19, dirinya harus Lockdown di sebuah apartemen.

“Kebetulan saat itu lagi memasuki musim panas, tambah lagi di bulan puasa. Jadi, rasanya magribnya itu lama, kami puasa dari pukul setengan lima dan buka jam sembilan malam, dan ditengah Covid-19, kami hanya duduk di kamar saja,” ujarnya.

Bagaimana pandangan gadis muda itu tentang pendidikan di Indonesia khususnya Aceh? Nadia menjawab, bahwa pendidikan sudah bagus, namun semangat belajar dari pelajar yang kurang, enggak focus menguasai semua pelajaran.

“Tapi, kalau pelajar di Indonesia bisa focus, maka untuk bersaing dengan pelajar-pelajar diluar negeri sebenarnya sudah bisa, hanya sebagian kita tidak mau memanfaatkan itu,” katanya.

Kepada generasi muda Nadia juga berpesan, ayo sama-sama semangat belajar dan jangan putus asa, semoga dengan kegigihan dapat membawa ke depan menjadi orang lebih baik, dan Provinsi Aceh juga akan berkembang dengan generasi yang dilahirkan berpendidikan dan berprestasi.

“Dengan lahirnya generasi yang baik dan pendidikan yang bagus, semoga Aceh ke depan juga lebih baik, mampu mengurangi kemiskinan,” imbuhnya.

Komentar

Loading...