Unduh Aplikasi

INTERMESO

Musuh Bersama

Musuh Bersama
Ilustrasi: CUNA

LAMA tak kelihatan, Bang Awee mengaku baru pulang dari berkeliling Aceh. Dia memastikan perjalanannya kali ini tidak ada kaitan dengan pembangunan proyek yang dibiayai dengan skema tahun jamak.

“Biarlah yang mendapat proyek bekerja. Mudah-mudahan hasilnya bagus dan bermanfaat,” kata Bang Awee saat kami bertemu di sebuah warung kopi di Banda Aceh, Sabtu, 26 September 2020. 

Bang Awee juga mengatakan bahwa perjalanan keliling Aceh tidak untuk menyerap aspirasi. Toh, Bang Awee memang bukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang saat ini semakin gamang karena tak kunjung mendapatkan kepastian soal dana pokok pikiran alias dana aspirasi. 

Sebagai seorang yang lama duduk di warung kopi, Bang Awee memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap sebuah isu politik. Bagi Bang Awee, warung kopi adalah laboratorium politik Aceh yang menentukan arah perpolitikan. 

Dari perbincangan di warung kopi, akan muncul pemikiran-pemikiran revolusioner. Walaupun terkadang, pembicaraan yang lebih menentukan memang berada di ruang-ruang yang lebih tertutup, seperti di ruang paripurna di Gedung Parlemen Aceh. 

“Setelah gonjang-ganjing politik, mulai dari proyek multiyears, stiker, masker, dana corona, sampai istri muda,” kata Bang Awee, “ada manuver yang menjadi solusi bagi kebuntuan. Caranya adalah dengan memunculkan musuh bersama.”

Menurut Bang Awee, dengan menciptakan musuh bersama, sebuah pergerakan akan membuahkan hasil yang maksimal. Seperti di tahun 1998 saat seluruh elemen menjadikan Presiden Suharto sebagai musuh bersama. Gerakan itu akhirnya berhasil menjatuhkan presiden berkuasa selama 32 tahun. Saat itu, tak ada yang menyangka Suharto akan lengser. 

“Siapa rupanya musuh bersama di gedung parlemen itu?” aku bertanya kepada Bang Awee. Bang Awee terkekeh. “Wen, seharusnya kau baca situasi.”

Di tengah kondisi yang tak menentu di DPR Aceh, kata Bang Awee, seorang politikus mengatakan seluruh sengkarut yang membuat hubungan politik antara DPR Aceh dan Pemerintah Aceh rusak adalah seorang pejabat penting di Sekretariat Daerah. Pernyataan ini, kata Bang Awee, adalah inti dari seluruh paripurna di DPR Aceh Jumat malam lalu. 

Bola panas tetap ada di plt gubernur, apakah dia ingin menggelindingkan bola itu menjauh atau malah ikut terbakar. “Kalau memang ada keinginan untuk memperbaiki situasi, memang harus ada yang dijadikan musuh bersama," kata Bang Awee sembari berujar, "kau mau ikut, aku mau keliling lagi. Mau lihat-lihat rencana pemekaran ALA."

Melihat Bang Awee, aku hanya bisa manggut-manggut. 

Komentar

Loading...