Unduh Aplikasi

Mustahil Demokrasi Tanpa Etika

Mustahil Demokrasi Tanpa Etika
Ilustrasi: foap

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan hendaknya tidak menutup-nutupi upaya penegakan hukum. Politikus partai berkuasa itu hendaknya membuka pintu selebar-lebarnya kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mendalami bukti keterlibatan sejumlah politikus partai penguasa parlemen itu dalam kasus Wahyu.

Adalah Wahyu Setiawan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum, yang ditangkap KPK dua hari lalu. Dia disangka menerima suap dan ditahan KPK. Untuk mendalami kasus ini, KPK mendatangi kantor PDI Perjuangan. Namun sayang, upaya ini terkendala izin.

Kalau memang pengurus PDI Perjuangan menghormati proses hukum, harusnya memberikan kemudahan kepada para penyidik bekerja. Tentu saja langkah ini bisa dilakukan setelah penyidik melengkapi persyaratan untuk menggelar penggeledahan.

Sebagai partai penguasa, sikap PDI Perjuangan untuk mengungkap keterlibatan oknum pengurus partainya dalam kasus suap ini akan menjadi contoh bagi partai politik lain di Indonesia. Sikap ini akan semakin menunjukkan kematangan PDI Perjuangan dalam bernegara dan menjalankan demokrasi yang benar.

Tanpa dukungan partai politik terhadap penegakan hukum, demokrasi di Indonesia tidak akan ada artinya. Apalagi, selama ini, para politikus terus berdebat tentang hukum atas nama rakyat. Namun mereka mengabaikan kewajiban mereka sebagai warga negara untuk menaati aturan hukum.

Demokrasi memerlukan tiang-tiang sebagai penyangga. Empat tiang itu adalah eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pers. Namun semua itu membutuhkan sebuah pengikat agar tiang-tiang itu tetap tegak berdiri menyangga bangunan demokrasi. Pengikat itu adalah nilai etika dan moral.

Demokrasi itu bukan hanya tentang suara terbanyak menjadi pemenang. Demokrasi itu juga tentang penghargaan terhadap nilai-nilai moral yang menjadi identitas sebuah bangsa. Karena kekacauan politik yang mengombang-ambingkan bangunan demokrasi saat ini terjadi karena pilar-pilar itu ditegakkan tanpa etika.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...