Unduh Aplikasi

Musprov Kadin Aceh Dinilai Tak Terbuka, Jumlah Pemilih Masih Ditutup-tutupi

Musprov Kadin Aceh Dinilai Tak Terbuka, Jumlah Pemilih Masih Ditutup-tutupi
Foto: Net

BANDA ACEH - Proses pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh dinilai tidak transparan, sejauh ini para bakal calon ketua umum belum diberikan informasi mengenai jumlah voter atau pemilih dalam Musprov tersebut.

Ketua Tim Pemenangan Nahrawi Nurdin, Khairuddi mengatakan, sampai hari ini pihaknya belum menerima data jumlah pemilih pada Musprov yang akan digelar 18-20 Juni 2019 mendatang. Bahkan mereka sudah meminta langsung ke panitia musyawarah, namun tetap juga tidak diberikan.

Kata Khairuddi, saat mereka minta, panitia beralasan bahwa data pemilih tersebut tidak bisa diberikan sebelum kandidat melakukan pendaftaran dengan seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Alasan lain panitia, karena tidak ingin beredarnya informasi internal seperti tersebarnya persoalan syarat dana sumbangan bagi kandidat ketua umum beberapa hari lalu.

"Kami sebagai tim pemenangan ingin tahu jumlah voter, tapi panitia mengatakan tidak bisa memberikan semua jumlah voter sebelum kita mendaftar semua persyaratan," kata Khairuddi kepada wartawan, Sabtu (15/6).

Khairuddi menyampaikan, jumlah voter ini sangat penting bagi tim pemenangan, karena mereka harus melakukan konsolidasi atau pendekatan dengan para pemilih guna menyampaikan visi-misi calon ketua umum. Paling tidak, kabupaten/kota mana saja yang ikut berpartisipasi dalam Musprov ini harus disampaikan.

Baca: Jumlah Dana Kontribusi Calon Ketua Kadin Aceh Menjadi Rp 750 Juta

"Penting bagi tim pemenangan, kalau pun tidak dikasih tahu jumlah voter tidak masalah, tapi kabupaten/kota mana yang ikut partisipasi disampaikan, ini mereka cuman memberi bayangan bahwa ada enam daerah caretaker dari 23 kabupaten/kota," ujarnya.

Menurut Khairuddi, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Aceh, persoalan data pemilih itu sudah harus diberikan paling lambat satu bulan sebelum Musprov dilaksanakan, serta undangan pemberitahuan kepada pengurus Kadin kabupaten/kota.

"Kalau kami kroscek ke teman-teman dari kabupaten/kota, ada yang belum mendapatkan undangan sampai saat ini untuk mengikuti, dan bagi kami tim pemenangan butuh itu," tuturnya.

Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya akan membahas terlebih dahulu, apakah nantinya tetap mendaftar meskipun belum mengetahui jumlah pemilih atau bahkan membatalkan pencalonan. Karena tidak akan bisa bertarung ketika daftar peserta penuhnya belum diterima.

"Kami akan duduk dulu dengan calon, tapi saya rasa tidak akan ikut berkompetisi kalau seandainya voternya tidak terbuka. Bagaimana kami bertanding kalau tidak tahu voternya, ini sulit bagi kami untuk lakukan daftar, seharusnya terbuka lah," tegas Khairuddi.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...