Unduh Aplikasi

Muslim Ayub: Vaksinasi Yang Dipaksakan Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Muslim Ayub: Vaksinasi Yang Dipaksakan Adalah Kejahatan Kemanusiaan
Muslim Ayub. Foto: IST.

BANDA ACEH - Mantan anggota Komisi III DPR RI, Muslim Ayub mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh memaksa atau bahkan mengancam masyarakat yang tidak mau divaksinasi Covid-19.

Menurut Muslim Ayub, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saja bahkan melarang vaksinasi paksa, apalagi dengan ancaman.
   
"Pemerintah tidak boleh membuat keputusan menjadikan vaksin sebagai persyaratan naik pesawat, Kereta Api, pengurusan SIM dan STNK, kalau ada masyarakat tidak mau divaksin bagaimana," ujar Muslim Ayub, dalam keterangan pers kepada AJNN, Senin (5/7/2021).

Menurut Muslim Ayub, Jika pemerintah memaksakan masyarakat harus divaksin dan namun ada yang tidak mau, bagaimana mereka akan berpergian.

Untuk itu dirinya berpendapat bahwa tidak ada satupun negara di dunia yang boleh melakukan program vaksinasi baik dalam situasi darurat sekalipun dengan paksaan atau ancaman kepada rakyatnya.

Muslim juga menjelaskan bahwa sejak WHO berdiri tahun 1958, Vaksinasi merupakan program sukarela bukan program paksaan dan penghukuman, menurutnya, tugas pemerintah adalah menyediakan berbagai pilihan vaksin terbaik dan memberikan edukasi komprehensif 

"Bukan mengancam apalagi menjatuhkan hukuman kepada rakyatnya," ujarnya.

Saat ini yang menjadi persoalan menurut Muslim adalah, masyarakat sudah tidak percaya dengan vaksin yang di rekomendasikan oleh pemerintah. 

Menurutnya, masyarakat saat butuh pilihan vaksin lain. Selain itu, masyarakat akan sangat bangga apabila vaksin tersebut dibuat oleh anak bangsa sendiri yang diyakini kehalalannya.

"Kita tahu banyak anak bangsa yang mampu membuat vaksin lebih baik dari yang ada sekarang sesuai dengan karateristik lokal Indonesia," ujarnya.

Menurut Muslim, saat ini Indonesia mempunyai laboratorium vaksin, pabrik vaksin dan para ilmuan hebat yang sudah puluhan tahun memproduksi vaksin, bahkan indonesia telah mengekspor ke luar negeri.

"Para ilmuan tersebut sudah mempresentasikan dihadapan anggota DPR-RI dan telah menyatakan kesanggupannya untuk membuat Vaksin Indonesia asalkan mendapatkan dukungan dari pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, para ilmuan tersebut dihadapan anggota DPR-RI bahkan memperkirakan bahwa pada tahun 2021 vaksin tersebut mampu diproduksi massal.

"Pertanyaannya mengapa Vaksin lokal belum mendapat dukungan yang layak dari pemerintah, saya yakin jika indonesia jika Indonesia menyediakan vaksinnya sendiri dan edukasi diberikan utuh pada masyarakat, maka tanpa perlu dipaksakan, maka mereka akan berbondong-bondong meminta Vaksin secara sukarela," ujar Muslim Ayub.

"Seharusnya pemerintah, Presiden, Menteri Kesehatan dan pihak lainnya peka terhadap kejadian ini, yang menjadi pertanyaan saya, kenapa vaksin merah putih tidak didukung oleh pemerintah ada apa ini," ujarnya menambahkan.

Muslim ayub juga mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak anti vaksin, akan tetapi  dirinya tidak akan pernah mau disuntik Vaksin selain vaksin yang dibuat oleh bangsa Indonesia sendiri yang dia yakini kebenarannya.

Komentar

Loading...