Unduh Aplikasi

Memotret Pertemuan Muslahuddin dengan Mualem

Muslahuddin: Kami Membahas Wagub Pendamping  Nova, Mengerucut ke Kader PA

Muslahuddin: Kami Membahas Wagub Pendamping  Nova, Mengerucut ke Kader PA
Pertemuan khusus Mualem dan Ketua PDI-P Aceh, Muslahuddin Daud. Foto: Bang Prossa

BANDA ACEH - Ketua DPA Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf melakukan pertemuan khusus dengan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Aceh Muslahuddin Daud. Informasi yang diperoleh AJNN, pertemuan tersebut berlangsung pada Rabu, (18/11/2020) kemarin di salah satu warung kopi di kawasan Pango, Banda Aceh.

Ketua DPD PDI-P Aceh, Muslahuddin Daud kepada AJNN membenarkan pertemuan dirinya dengan Muzakir Manaf atau Mualem itu. Menurut Muslahuddin dia dan Mualem membicarakan banyak hal, namun yang paling menonjol adalah terkait pengisian posisi Wakil Gubernur Aceh (Wagub) pendamping Nova Iriansyah.

"Sebenarnya banyak hal yang kami bicarakan, campur - campur istilahnya, tapi kita fokus pada pengisian posisi Wagub Aceh," ujar Muslahuddin kepada AJNN.

Muslahuddin mengungkapkan bahwa dirinya dan Mualem sepakat dalam waktu dekat pengisian posisi Wagub harus segera dilakukan. Hal ini karena waktunya sudah sangat terbatas. Untuk itu posisi Wagub harus segera diisi sebagaimana perintah Undang-undang.

"Posisi Wagub itu harus diisi sebelum tanggal 6 Januari 2021. Artinya ketika masa pemerintahan sudah kurang dari 18 bulan, otomatis nanti Nova Iriansyah tidak perlu lagi Wagub," ujar Muslahuddin Daud.

Mualem, menurut Muslahuddin sudah sepakat untuk hal tersebut. Tapi mereka berdua lebih banyak membahas kriteria yang cocok untuk itu. Salah satu kriteria yang mereka utamakan adalah mampu dan bisa membangun komunikasi efektif antara eksekutif dan legislatif. Karena selama ini publik melihat ada komunikasi tidak seimbang antara eksekutif dan legislatif di Aceh.

Saat AJNN menanyakan apa urgensinya pertemuan dirinya dengan Mualem, padahal Partai Aceh bukan partai pengusung atau pendukung pasangan Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu, Muslahuddin Daud menjawab. "Harus kita akui yang memilih Wakil Gubernur Aceh dalam sidang paripurna DPR Aceh adalah para anggota legislatif. Saat ini Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) saat ini mempunyai 56 kursi dan Partai Aceh di dalam koalisi tersebut," ujar Muslahuddin.

Untuk itu pria yang pernah bekerja di World Bank tersebut menilai pertemuan ini merupakan sesuatu yang wajar untuk melakukan komunikasi politik dengan mereka. Apalagi mereka sebagai pemilik kursi terbanyak di parlemen Aceh.

"Sehingga ketika pengajuan nama - nama calon di gulirkan, kita sudah lebih dulu berkomunikasi," ujar Muslahuddin.

Terkait calon Wagub dari PDI-P, Muslahuddin mengatakan kalau pihaknya sudah mengadakan rapat pleno terkait pengajuan Cawagub pendamping Nova. Sistem yang mereka terapkan di PDIP adalah menjaring sejumlah calon dari internal dan eksternal. 

"Ruang bagi eksternal kami buka karena PDI-P tidak menutup komunikasi dengan partai lain," ujarnya.

"Selain itu kami juga menyadari kalau kami hanya mempunyai satu kursi. Jadi kalau kami memaksakan kehendak juga tidak mungkin. Jadi harus ada hitungan politik yang realistis untuk ini," sambungnya.

Nama yang muncul yaitu dari internal PDI-P adalah Muslahuddin Daud dan dari eksternal muncul nama Muhammad Sulaiman dan Tgk Muharuddin yang keduanya dari Partai Aceh.

Saat ditanya kepada siapa Cawagub itu mengerucut, Muslahuddin menjawab bahwa posisi itu mengerucut kepada kader Partai Aceh.

Komentar

Loading...