Unduh Aplikasi

Murid Dilecehkan, Dinas Buang Badan

Murid Dilecehkan, Dinas Buang Badan
Ilustrasi: New Ghanaweb.

KEPALA Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh seharusnya tidak perlu terburu-buru buang badan terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap murid-muridnya. Karena yang dikritik adalah lembaga pendidikan keagamaan, meski bukan dayah atau pesantren.

Kritik ini juga sebenarnya juga bukan dikhususnya untuk lembaga tertentu. Pelecehan seksual oleh guru terhadap muridnya adalah tamparan bagi seluruh masyarakat di Banda Aceh. Pemerintah, entah itu Dinas Pendidikan Dayah, Dinas Pendidikan, atau Kementerian Agama, seharusnya menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi agar kasus-kasus seperti ini tidak terulang.

Salah satu yang terpenting dari Dinas Pendidikan Dayah adalah fungsi kontrol. Yayasan di Gampong Cot Lamkuweh, Kecamatan Meruraxa, Banda Aceh, itu seharusnya berada di bawah kontrol Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh. Karena sudah terang benderang bahwa fungsi dinas ini adalah membina dan memberdayakan santri, kompetensi guru, pendidikan diniyah, taman pendidikan Alquran, balai pengajian, serta pengajian majelis taklim.

Wali Kota Banda Aceh juga mengamanahi dinas ini untuk mengawasi, dan membina santri, kompetensi guru, pendidikan diniyah, taman pendidikan Alquran, balai pengajian, serta pengajian majelis taklim sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sekali lagi, Yayasan itu beroperasi di Banda Aceh.

Mari untuk tidak berdebat soal kriteria. Apalagi menuding yayasan itu sebagai lembaga ilegal. Kalau memang lembaga itu ilegal, dan telah beroperasi dalam waktu yang lama, artinya Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh tidak bekerja karena seharusnya yayasan itu tidak layak menyelenggarakan pendidikan.

Dinas Pendidikan Dayah, tidak hanya di provinsi dan Banda Aceh, harus serius mengawasi lembaga yang menghimpun orang banyak untuk belajar agama. Tidak boleh ada celah yang bisa digunakan oleh oknum guru, ustaz, tengku, atau apapun istilah bagi pengajar, melakukan tindakan tercela terhadap anak-anak yang seharusnya mereka lindungi.

Dan ini memang tanggung jawab besar. Alangkah lebih baik jika dinas terkait melibatkan banyak elemen untuk mengawasi. Dinas, yang diisi oleh orang-orang pintar, seharusnya merespons kritikan dengan aksi. Dengan demikian, tidak akan ada lagi anak-anak yang jadi korban dari keteledoran kita menjaga mereka.

Komentar

Loading...