Unduh Aplikasi

Mulai 21 Mei, Angkutan Umum Dilarang Masuk ke Aceh

Mulai 21 Mei, Angkutan Umum Dilarang Masuk ke Aceh
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani. Foto: AJNN.Net/Tommy

BANDA ACEH - Mulai tanggal 21 Mei 2020, angkutan umum dipaksa putar balik saat akan masuk ke Aceh.

"Semua angkutan umum jenis apapun yang memasuki Aceh akan diputar balik kembali ke wilayah Sumut," kata Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (19/5).

Ia menyebutkan pihaknya bersama instansi lainnya akan memperketat penjagaan di perbatasan Aceh Tamiang, Subulussalam, Singkil dan Aceh Tenggara. Upaya ini dilakukan meminimalisir penyebaran Covid-19 mengingat korban virus tersebut semakin bertambah di Indonesia.

"Mengingat lebaran ini akan terjadi ledakan arus mudik dan banyak WNI yang bekerja di luar negeri kembali ke Indonesia. Maka upaya ini harus dilakukan untuk mencegah penyebaran covid 19," sebutnya.

Kebijakan ini diambil mengingat penerapan Protokol Kesehatan di Aceh masih belum maksimal. Masyarakat masih banyak tidak menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak menerapkan Physical Distancing dlm kehidupan sosial.

"Saat ini Aceh masih dalam kondisi bukan zona merah, namun apabila arus mudik masuk ke Aceh tidak terkontrol, maka akan terjadi penyebaran Covid 19 yg lebih besar," kata Dicky.

Untuk penumpang kendaraan pribadi yang akan masuk wilayah Aceh, sebut Dicky akan diminta surat keterangan bebas Covid-19 setelah dilakukan rapid test. Apabila tidak ada surat keterangan, maka kendaraan akan diputar balik ke wilayah Sumatera Utara.

Sementara untuk angkutan umum antar kabupaten masih boleh beroperasional di Aceh dengan syarat semua supir dan penumpang wajib menggunakan masker.

"Di setiap posko check point akan dicek suhu tubuh oleh petugas medis dari puskesmas. Di tiap terminal akan dicek penumpang yg akan berangkat," sebutnya.

Ia juga mengatakan hasil rapat melalui virtual atau online dengan Menkopolhukam, Menko Maritim dan Kasatgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang juga dihadiri Pangdam dan Kapolda serta Kadishub seluruh Indonesia bahwa program larangan mudik tetap harus dilaksanakan secara konsisten.

Hasil rapat disimpulkan bahwa mudik tahun sangat berbahaya, yang akan berakibat terjadinya serangan ke 2 Covid-19 kepada masyarakat.

"Pihaknya menghimbau kepada warga yang berada di luar akan mudik ke Aceh saat ini jangan dilaksanakan. Tiba di perbatasan Aceh Sumut akan diputar balik oleh petugas," pungkasnya

Komentar

Loading...