Unduh Aplikasi

Muhammad MTA, Kandidat Komisioner KKR Aceh

Muhammad MTA, Kandidat Komisioner KKR Aceh
Muhammad MTA
BANDA ACEH - Muhammad MTA, pria yang berpostur tinggi dan kurus ini lahir di Pidie pada 1 Mei 1979. MTA menghabiskan masa-masa pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah menengahnya di Pidie, hingga tahun 1998. Selanjutnya MTA melanjutkan kuliah di IAIN Ar Raniry (sekarang UIN). Di kampus itulah, Muhammad MTA bersentuhan dengan gerakan mahasiswa yang sering turun ke jalan untuk menuntut keadilan.

Gejolak konflik Aceh, membuat MTA bergabung dengan dengan Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) pada tahun 2000. Dia terlibat langsung dalam memperjuangkan hak-hak asasi manusia, demokrasi dan politik. Saat itu SIRA ikut menyuarakan referendum, menyerahkan hak politik dan nasib Aceh kepada masyarakat.

Karena MTA dan SIRA dianggap menjadi sayap sipil perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dalam berkampanye untuk hak-hal asasi sipil, MTA mengalami empat kali penangkapan sejak 2000 – 2004. Dia mengalami berbagai kekerasan selama penangkapan oleh aparat. Namun tak ada kata menyerah baginya untuk memperjuangkan nasib masyarakat Aceh.

Terakhir pada 1 Maret 2004, MTA ditangkap kembali, dan membuatnya masuk persidangan serta divonis delapan tahun penjara karena tuduhan makar. Selanjutnya MTA lepas setelah mendapat Amnesty, sebagai amanah dari kesepakatan damai (MoU) Helsinki antara Pemerintah Indonesia dan GAM.

Usai damai, MTA bersama kawan-kawan merintis berdirinya Partai SIRA dan menjadi salah satu ketua partainya. Keterlibatanya dalam menyuarakan hal-hak sipil terus berlangsung. Pada 2014, Muhammad MTA menjadi juru bicara Tim Pengawalan Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Komentar

Loading...