Unduh Aplikasi

Mubadala Perluas Bidang Investasi di Aceh

Mubadala Perluas Bidang Investasi di Aceh
Foto: Ist

BANDA ACEH - Mubadala Holding mempertegas bahwa perusahaannya akan mempeluas kegiatan investasi di Aceh. Tidak hanya pada sektor migas, tapi juga akan merambah sektor non-migas.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh CEO Mubadala Petroleum, Dr. Bakheet Al Katheeri saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Aceh yang diketuai oleh Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah di Abu Dhabi pada 8 Maret 2020.

Mubadala adalah sebuah perusahaan pengelola investasi dan aset milik Kerajaan Abu Dhabi yang bergerak di berbagai bidang termasuk minyak dan gas, perkebunan, industri petrokimia hingga teknologi startup.

Dr. Bakheet Al Katheeri mengatakan pihaknya tertarik untuk mendiversifikasi portfolio investasi di Investasi di Indonesia dengan cara menempatkan dana di sektor pertanian yang ramah lingkungan serta pembangunan infrastruktur dan energi.

Baca: Jemput Bola Gubernur Nova

Saat ini, salah satu anak perusahaan Mubadala, yakni Mubadala Petroleum adalah pemegang konsesi ekplorasi migas terbesar di Aceh, yang tersebar di blok Andaman I, Andaman II dan South Andaman dengan total nilai investasi sekitar USD 500 Juta.

Plt Gubernur Aceh, Sebagai salah satu pemain utama di industri migas sangat mengapresiasi kegiatan investasi yang dilakukan oleh Mubadala dalam beberapa tahun terakhir.

“Hubungan baik antar perusahaan dan masyarakat patut diberikan apreasiasi dan menjadi lesson learnt bagi perusahaan lain dalam menjalin hubungan yang baik dengan masayarakat sekitar,” katanya.

Plt Gubernur berharap usaha diversifikasi investasi yg akan dilakukan oleh Mubadala dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh serta membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Baca: Plt Gubernur Bicarakan Realisasi Komitmen Investasi UEA di Aceh

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Dr. Aulia Sofyan yang turut hadir pertemuan tersebut mengatakan pihaknya menyambut baik terhadap rencana investasi Mubadala di sektor non-migas, seraya memastikan proses perizinan yang cepat, mudah dan nyaman.

Dalam hal perizinan dan arus masuk modal asing, sesuai dengan arahan Presiden dan Bapak Plt. Gubernur Aceh, kita menjamin kelancaran prosedur perizinan dengan waktu secepatnya.

“Yang paling penting bagi kita adalah arus modal asing masuk dulu ke Aceh, hal-hal mengenai perizinan dan non perizinan yang menjadi kewenangan propinsi kita pastikan tidak mengalami hambatan,” jelas Aulia.

Turut mendampingi Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam kunjungan tersebut antara lain Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, Vice President Bidang Layanan Teknis Pertamina Gas, Iskandar Zulkarnain dan Kepala Seksi Pelaksanaan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Aceh , Riadi Husaini.

Komentar

Loading...