Unduh Aplikasi

MTsN 1 Takengon dituding kutip biaya tambahan dari wali murid

ACEH TENGAH - Sekolah agama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Takengon diduga masih mengutip biaya pendidikan tambahan dari wali murid. Kondisi itu jelas melanggar Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) Nomor 47 Tahun 2008 tentang wajib belajar. 

Pasca penetapan wajib belajar, pemerintah Aceh membebaskan biaya pendidikan selama 12 tahun, namun kondisi itu tidak untuk sekolah MTsN 1 Takengon, dimana hingga saat ini di sekolah itu diduga masih memungut biaya tambahan dari wali murid. 

Salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya kepada wartawan mengatakan, dirinya terpaksa memenuhi permintaan dari pihak sekolah, karena merasa takut jika tidak menyanggupi permintaan itu, nantinya berimbas kepada anaknya sebagai  sisawa di sekolah itu. 

“Saya ikuti saja, takutnya nanti kalu kita proters berimabs ke anak-anak, kan gitu” ujarnya, seraya menamahkan, biaya yang dipungut sangat bervariasi, terkadang Rp.15.000 hingga 45 ribu dalam satu bulan. 

Sementara itu Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Melalui Kasi Pendidikan Agama Islam Usman saat dikonfirmasi mengatakan, segala bentuk biaya pendidikan sudah digratiskan oleh pemerintah.

Kendati demikian tambah Usman, pihak sekolah berhak memungut biaya tambahan jika anggaran minim dan tentu harus melalui keputusan bersama antara komite, pihak sekolah dan wali murid. 

“kalau ada persetujuan boleh dikutip” sebut Usman. Informasi adanya pengutipan tambahan di MTsN 1 Takengon, didapatkan wartawan pada 16 oktober 2014 berdasarkan dari laporan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, wartawan telah berulang kali mendatangi ke sekolah MTsN 1 takengon, namun belum berhasil melakukan konfirmasi kepala sekolah karena kepala sekolah sedangbtak ditempat

NUSI


Komentar

Loading...