Unduh Aplikasi

MPU Aceh Dukung Pelaku Pelecehan Seksual Dihukum Cambuk dan Pidana

MPU Aceh Dukung Pelaku Pelecehan Seksual Dihukum Cambuk dan Pidana
Wakil Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali. Foto: detikcom

BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mendukung agar pelaku pelecehan seksual dan pemerkosaan dihukum dengan menggunakan hukum tingkat nasional (pidana).

Wakil MPU Aceh, Lem Faisal Ali mengatakan, menambah ketentuan saksi terhadap pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual sangat dimungkinkan untuk dilakukan, agar pelaku bisa mendapatkan efek jera.

"Bukan menafikan Qanun Jinayah (cambuk) tetapi menambahkan lagi dari pada hukum cambuk (Pidana) agar pelaku jera tidak ada masaalah," ucap Lem Faisal Ali kepada AJNN, Jumat (16/10).

Baca: Dukung Pernyataan Dek Gam, DP3A Aceh: Cambuk Tak Ada Efek Jera untuk Pelaku Pencabulan

Menurut Lem Faisal, hukum Qanun Jinayah (cambuk) tetap diberlakukan pada kasus-kasus yang tidak begitu berat. Sebab, untuk merubah qanun bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

"Qanun yang sudah ada kita pertahankan, tetapi bagaimana agar ada efek jera lain terhadap pelaku kejahatan tertentu, misalnya pemerkosaan dan ada pembunuhan lagi, itu pelaku harus digunakan hukum yang lebih tinggi dari pada cambuk (pidana) agar ada efek jera," sebut Lem Faisal.

Selain itu, Lem Faisal melihat dalam kejahatan pemerkosaan dan pelecehan seksual tidak berdiri sendiri, banyak pendukung yang membuat hal-hal itu terjadi, misalnya kebebasan para generasi mengakses situs pornografi dan pendidikan karakter yang lemah.

"Pendidikan karakter kita lemah, banyak hal yang mendukung kejahatan itu, banyak hal yang harus kita perbaiki agar apapun jenis kejahatan itu bisa kita tekan," tuturnya.

|MULYANA SYAHRIYAL

Komentar

Loading...