Unduh Aplikasi

TERKAIT PEMBANGUNAN PABRIK SEMEN

MoU PT SCA dengan Perusahaan Asal Tiongkok Tuai Polemik

MoU PT SCA dengan Perusahaan Asal Tiongkok Tuai Polemik
Muhammad Raziq Muniranda

PIDIE - Penandatanganan kerjasama antara PT Samana Citra Agung (SCA) dengan Jiangsu Pengfei yang merupakan Group China untuk pembangunan pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga dan Batee, Pidie menuai polemik.

Muhammad Raziq Muniranda salah satu pemegang saham PT SCA, kepada AJNN dalam konfrensi pers di Horras coffe, Sigli, Selasa (13/11) menilai, bahwa penandatangan kerja sama dengan Jiangsu Pengfei yang telah ditandatangani oleh Direktur PT SCA, Abbas Soewiryawidjaja tidak sah.

Dia menerangkan, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Abbas Soewiryawidjaja telah dinonaktifkan sebagai Direktur PT SCA atas permintaannya sendiri dengan alasan akan menjabat sebagai Direktur PT Semen Indonesia Aceh (SIA).

“Saat itu saya ikut menantandatangan surat non-aktif Abbas Soewiryawidjaja dari jabatan direktur karena yang bersangkutan minta diutus menjadi perwakilan PT SCA untuk menjabat Direktur PT SIA, “ ungkapnya.

Raziq menuturkan, pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga dan Batee sudah ada investor PT Semen Indonesia tanpa perlu menggendeng investor lain, namun yang perlu diselesaikan saat ini adalah persoalan lahan milik warga yang terkena imbas pembangunan pabrik semen. Jadi pihaknya mendesak kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mengkaji ulang kerjasama tersebut.

"Plt Gubernur Aceh hendaknya dapat menyelesaikan permasalahan di lapangan menyangkut sengketa lahan. Jadi jangan hanya sepihak percaya sama orang yang ngaku-ngaku direktur dan kuasa hukum PT SCA," katanya.

Raziq menduga ada oknum yang sengaja menyebarkan berita bohong dengan menyatakan bahwa masalah lahan dan sosial politik masyarakat sekitar pabrik semen telah selesai dengan upaya merampas hak pihak lain.

Komentar

Loading...