Unduh Aplikasi

Moral Morat Marit

Moral Morat Marit
ilustrasi.

RENTETAN peristiwa di seluruh Aceh ini memang menyesakkan dada. Kabar tentang seorang anak yang tega memukul ibu kandungnya dengan rantai sepeda motor hanya karena sedang “kepengen” sabu-sabu. Sama menyesakkan dengan kasus dugaan pencabulan oleh seorang pimpinan dayah.

Banyak lagi kasus lain yang tak kalah memprihatinkan. Kasus kejahatan seksual kepada sejumlah anak atau murtadnya seorang calon kepala desa hanya karena ingin menghindar dari uji baca Alquran yang menjadi salah satu persyaratan untuk maju di pemilihan kepala desa.

Kasus-kasus ini juga tak kalah menarik dari korupsi yang dilakukan banyak orang terhormat. Seorang anak bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh divonis bersalah karena mengorupsi dana pembangunan masjid satu di antaranya. Daftar ini akan semakin panjang dengan kasus-kasus penangkapan kurir yang membawa kiloan sabu-sabu.

Memang benar ini bukan urusan Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang baru saja dibentuk. Ini juga bukan urusan Majelis Permusyawaratan Ulama atau Dinas Pendidikan Aceh. Apalagi urusan organisasi kemasyarakatan atau kepemudaaan.

Melemparkan tudingan kepada satu lembaga atau dua lembaga tak akan menyelesaikan permasalahan. Bahkan ini hanya akan memunculkan anggapan ada pihak yang ingin cuci tangan.

Rentetan permasalahan ini dipicu oleh banyak faktor. Dan ini harusnya tak boleh dipandang secara parsial. Aceh mengalami krisis multidimensi yang pelik. Tidak hanya dari sisi ekonomi. Nilai-nilai sosial yang dulu bertahan di zaman konflik juga mulai tergerus.

Lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif harus mampu menyampaikan pesan kepada seluruh rakyat Aceh bahwa keadilan itu masih ada. Organisasi kemasyarakatan juga tak boleh hanya bersikap untuk kepentingan mereka.

Yang perlu dilakukan saat ini adalah keinginan bersama untuk menemukan kembali nilai-nilai ini lewat penegakan hukum yang adil. Masyarakat harus menemukan kembali keteladanan dari para pemimpin mereka di tengah morat-maritnya urusan moral di Aceh.

Komentar

Loading...