Unduh Aplikasi

Moeldoko Cs Harus Belajar bahwa Hakim Tak Bisa Diintervensi 

Moeldoko Cs Harus Belajar bahwa Hakim Tak Bisa Diintervensi 
Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Saifuddin Bantasyam. Foto: IST.

BANDA ACEH - Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Jakpus yang) yang menolak gugatan Moeldoko Cs dianggap (Merupakan) suatu putusan yang memberi harapan kepada penegakan hukum yang independen di Indonesia. Karena itu, putusan tersebut harus diapresiasi oleh seluruh pihak. 

Hal tersebut disampaikan oleh Akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh saat dihubungi AJNN, Rabu (5/5/2021) untuk diminta tanggapannya terhadap putusan PN Jakpus yang menolak dua gugatan Moeldoko Cs pada Selasa (4/5). 

Baca: Setelah Ditolak Menkumham, Dua Gugatan Moeldoko Cs Juga Ditolak Pengadilan

Menurut Saifuddin Bantasyam, pihak Moeldoko Cs sendiri dapat belajar dari putusan tersebut, diantaranya bahwa hakim tak bisa diintervensi oleh elit penguasa atau pihak-pihak lain yang tak berkait langsung dengan gugatan tersebut. 

Lebih lanjut Saifuddin mengatakan bahwa dirinya merasa kasus itu bersifat mendua sejak awal, yaitu antara percaya bahwa keadilan akan menang dan bahwa keadilan mungkin akan kalah. 

“Mengapa? Karena ini perkara hukum yang dimensi politiknya teramat tinggi, menyangkut rivalitas elit luar dan dalam parpol," ujar Saifuddin.

Elit di luar parpol menurut Saifuddin adalah Moeldoko yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan elit dalam parpol itu adalah SBY yang pernah menjabat sebagai presiden Indonesia dua periode.

Namun, saat awal April lalu Menkumham tidak mengesahkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Saifuddin menyatakan bahwa perasaannya berubah ke sikap yang lebih optimistik. 

Menilik berita yang di media massa yang berisi kelemahan-kelemahan pihak Moeldoko Cs, dan di lain pihak kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut memiliki bukti-bukti sahih bahwa KLB itu ilegal.

“Saya menjadi menaruh harapan bahwa pengadilan juga akan menolak gugatan Moeldoko dan Johni Allen terhadap AD/ART Partai Demokrat.”  Jadi, saat gugatan itu ditolak, maka keadilan menjadi dimenangkan," pungkas pria yang sering diundang menjadi pembicara dan trainer pada sejumlah lembaga pemerintah dan swasta.

HUT Pijay

Komentar

Loading...