Unduh Aplikasi

INTERMESO

Moeldoko, Belajarlah kepada Aminullah

Moeldoko, Belajarlah kepada Aminullah
Ilustrasi: Orgulho de Ser Lusa

DALAM dua pekan terakhir, mata kita selalu dijejali dengan berita tentang kudeta. Ya, apa lagi kalau bukan tentang rencana Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono.

Di awal-awal, Moeldoko disebut-sebut sebagai dalang dari upaya perebutan kendali ini. Dia memanfaatkan sejumlah orang yang pernah bersinggungan dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, untuk menggelar kongres luar biasa.

Kongres ini akhirnya dilaksanakan pekan lalu di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. Jhoni Allen Marbun, Marzuki Alie dan beberapa politikus yang pernah berkiprah di Partai Demokrat menjadi punggawa kesuksesan Moeldoko menggelar acara ini.

Namun dalam beberapa hari terakhir, terjadi pergeseran isu. Moeldoko diposisikan seolah-olah menjadi korban dari permainan Jhoni dan kawan-kawan. Mereka disebut-sebut memanfaatkan Moeldoko untuk mengobok-obok partai yang pernah berkuasa ini.

Dalam kondisi saat ini, wajah Moeldoko memang babak belur. Dia mendapat hantaman dari banyak pihak. Namun yang paling menyedihkan tentu saja adalah cap bahwa dia adalah satu-satunya jenderal yang gagal mengudeta mayor.

AHY dan Moeldoko pernah sama-sama berkiprah di militer. Bedanya, Moeldoko berhasil meraih posisi tertinggi sebagai prajurit. Sedangkan AHY terpaksa pension dini karena mempertimbangkan kondisi politik.

AHY dan Moeldoko juga sama-sama pernah dibina oleh SBY. Bedanya, AHY memang disiapkan sebagai penerus klan SBY di pemerintahan. Sedangkan Moeldoko harus berjuang lagi mencari perahu yang bisa digunakan untuk berlayar pada pemilihan presiden yang akan datang.

Seharusnya Moeldoko belajar dari Aminullah Usman. Wali Kota Banda Aceh itu kini menjadi Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banda Aceh. Diam-diam, tanpa kehebohan seperti yang ditunjukkan Moeldoko, Aminullah “mengudeta” wakilnya, Zainal Arifin dari kursi Ketua PAN Kota Banda Aceh.

Aminullah bukan militer. Dia adalah bekas bankir yang lihai dalam mengolah si kulit bundar, baik di lapangan bola maupun tenis. Cara Aminullah mengambil alih kepemimpinan di PAN Banda Aceh juga jauh dari kehebohan. Tak ada caci maki seperti yang diterima Moeldoko. Seperti Moeldoko, Aminullah hanya ingin memastikan kendali perahu yang akan mengantarkannya berlaga pada pemilihan yang akan datang.

Berkaca dari hal itu, ada baiknya Moeldoko menjumpai Aminullah. Mungkin sambil menyeruput segelas sanger, akan banyak ilmu yang didapat Moeldoko untuk mengamankan karier politiknya. Bang Carlos, sapaan Aminulah, pasti tidak akan keberatan.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...