Unduh Aplikasi

DITUDING UMBAR HOAX

Moehardy: Lambannya Penanganan Pasien Covid-19 di Aceh Utara itu Kenyataan

Moehardy: Lambannya Penanganan Pasien Covid-19 di Aceh Utara itu Kenyataan
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Moehardy, pria asal Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara membantah dirinya telah mengumbar kabar bohong terkait lambannya proses pelayanan dan penanganan pasien terindikasi Corona, melalui rekaman suara.

"Lambannya proses penanganan tim medis di Puskesmas terhadap seorang pasien yang disarankan untuk karantina mandiri oleh pihak Muspika itu kenyataan, bukan hoax," ujar Moehardy Rabu (1/4) kepada AJNN.

Menurutnya, akibat lambannya proses penanganan seorang pasien di desanya oleh pihak medis Covid-19 Aceh Utara, menjadi salah satu pemicu kemarahannya dan meluapkan melalui melalui rekaman suara kepada seorang temannya.

Baca: Pria Pengumbar Kabar Penanganan Virus Corona Hoax di Aceh Utara Minta Maaf

"Saya juga tidak bermaksud untuk menyebarkan rekaman suara itu hingga dikonsumsi masyarakat luas," jelas Moehardy.

Ia menceritakan, ada seorang pasien laki- laki di desanya yang disambangi oleh pihak Muspika karena mengalami gejala demam tinggi dan batuk- batuk.

Kala itu dia ikut mendampingi pihak muspika mendatangi rumah pasien tersebut. Saat itu pasien tersebut disarankan untuk melakukan karantina selama 14 hari di rumah.

Tak lama setelah itu, pasien itu mengeluh kepadanya bila kondisinya semakin buruk. Dan minta bantu untuk meminta obat kepada tim medis di puskesmas agar bisa dikonsumsi karena si pasein tidak diperbolehkan keluar rumah.

"Atas permintaanya, saya mendatangi puskesmas bermaksud untuk meminta obat buat si pasien. Namun sampai di sana mereka tidak respon dan menanggapi," tuturnya.

Selanjutnya Moehardy beranjak pulang dan mengabarkan kepada si pasien di kampungnya.

Kessok harinya kata Moehardy pasien itu terlihat sudah keluar rumah dan mondar- mandir di depan halaman rumahnya.

"Saya sempat tegur dia, dan kepada saya dia berkilah, buat apa dirumah dalam kondisi sakit tanpa diberikan obat oleh pihak medis," timpal saat itu.

Disitu amarah Moehardy memuncak hingga mengeluarkan kata-kata kasar tanpa kontrol kepada pihak pukesmas dan Cek Mad Bupati.

"Terkait kata- kata kasar diluar kontrol saya, saya sudah minta maaf kepada pihak yang bersangkutan. Tapi terkait pelayanan itu bukan hoaxs. Itu kenyataan," pungkasnya

Komentar

Loading...