Unduh Aplikasi

Modus Pengobatan, Pelaku Perkosa Nenek di Aceh Utara

Modus Pengobatan, Pelaku Perkosa Nenek di Aceh Utara
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Siapa sangka, kasus pemerkosaan yang melibatkan seorang pemuda BA (32), asal Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dengan korban seorang nenek HJ (74), warga Aceh Utara ternyata berawal dari modus pengobatan yang diperankan pelaku.

“Benar kepada penyidik pelaku sudah mengakui semua perbuatan bejatnya terhadap korban. Malah hubungan badan terlarang itu berawal dari modus pelaku saat mengobati korban HJ, yang mengeluh sakit dibagian perut,” kata Kapolsek Baktiya, Ipda Mahmud, Senin (29/7).

Ipda Mahmud menyebutkan, sejumlah fakta baru kasus pemerkosaan seorang nenek yang berstatus janda mulai terungkap. Dimana sebutnya, korban HJ awalnya mengeluh sakit dibagian perut kepada istri pelaku. Mendengar keluhan itu, istri pelaku menyarankan agar bisa berobat pada suaminya BA, karena menurutnya suaminya itu memiliki pengalaman dan sering mengobati orang sakit.

“Atas saran istri pelaku, sang nenek pun menurut demi upaya kesembuhan dari penyakit yang dialaminya itu,” ujar Mahmud.

Menurutnya, dalam proses pengobatan yang dilakukan pelaku, dia bersama istrinya kemudian masuk ke dalam rumah korban. Selanjutnya pelaku meminta korban HJ, terlebih dahulu untuk mandi agar bisa diobati. Setelah itu, pelaku meminta korban untuk berbaring di ruang tamu untuk diobati dengan cara dikusuk di bagian tubuh korban.

“Pertama proses pengobatan dengan cara dikusuk dilakukan pelaku di ruang tamu rumah korban, tak lama kemudian pelaku meminta korban untuk masuk ke dalam kamar dengan dalih agar bisa diobati dengan leluasa,” jelas Mahmud.

Baca: Polisi Tangkap Pemuda Pemerkosa Nenek 74 Tahun di Aceh Utara

Dia mengatakan, kebetulan saat itu kondisi rumah korban tidak ada orang, karena anak perempuan korban pergi berbelanja ke pasar. Suasana itulah dijadikan kesempatan oleh pelaku untuk melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban.

“Korban mengaku antara sadar dan tidak saat aksi bejat pelaku terhadap dirinya, namun dia mengaku takut dan tidak berdaya ketika nafsu setan pelaku kian beringas terhadapnya,” ungkap Mahmud.

Anehnya lagi, kata dia, setelah pelaku melakukan perbuatan tidak senonoh itu terhadap korban JH, BA sempat mengoleskan cairan sperma miliknya ditubuh korban dengan dalih untuk obat bagi kesembuhan korban.

“Atas perintah pelaku, korban sempat tidak mandi karena takut kasiat obat sperma yang di oleskan BA hilang. Keesokan harinya setelah mandi kesadaran korban berangsur pulih dan langsung menceritakan ikhwal perbuatan bejat BA, kepada keluarganya dan melaporkan ke polisi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, pelaku BA sudah mengakui atas segala perbuatannya, dan saat ini pelaku sudah tetapkan sebagai tersangka.

"Pelaku ditangkap bersama warga di kawasan Gampong Mata Lawang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara pada Minggu, sore,” jelasnya.

iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...